Konsultasi Hukum

“Roya” dalam Hak Tanggungan

Pertanyaan :

Kepada rubrik konsultasi hukum Senayan Post.

Ibu saya mengambil Kredit Pemilikan Rupah (KPR) pada suatu bank selama jangka waktu 10 tahun. Angsuran KPR sudah lunas, namun pada saat ibu saya mengambil sertifikat di Bank, pihak Bank menyerahkan Sertifikat Rumah beserta Sertifikat Hak Tanggungan dan Surat Pelunasan dari Bank, petugas Bank menjelaskan bahwa ibu saya harus me Roya sertifikat tersebut di kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN).

Mohon penjelasan apa yang dimaksud dengan Roya, dan apa akibatnya jika kita tidak mengurus Roya tersebut?

Demikian Terimakasih.

SINTA Jawa Barat.

Jawaban :

Terima kasih atas pertanyaan saudari SINTA di Jawa Barat.

Sebelumnya perlu kami jelaskan apa yang dimaksud dengan surat Roya.

Pengertian Surat Roya dijelaskan dalam Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1996 tentang Hak Tanggungan Atas Tanah Beserta Benda-Benda yang Berkaitan dengan Tanah (UU Hak Tanggungan), yang berbunyi :

“ Pada buku tanah hak tanggungan yang bersangkutan dibubuhkan catatan mengenai hapusnyahak tersebut, sedangkan sertifikatnya ditiadakan. Pencatatan serupa, yang disebut pencoretan atau lebih dikenal sebagai roya, dilakukan juga pada buku tanah yang semula dijadikan jaminan. Sertifikat hak atas tanah yang sudah dibubuhi catatan tersebut, diserahkan kembali kepada pemegang haknya.”

Sedangkan pengertian Hak Tanggungan menurut pasal 1 ayat 1 UU No 4 1996:

“Hak Tanggungan adalah hak jaminan yang dibebankan pada hak atas tanah sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria, berikut atau tidak berikut benda-benda lain yang merupakan satu kesatuan dengan tanah itu, untukpelunasan utang tertentu, yang memberikan kedudukan yang diutamakan kepada kreditor tertentu terhadap kreditor-kreditor lain.”

Berdasarkan penjelasan Undang-Undang Hak Tanggungan tersebut secara umum dapat dijelaskan bahwa, Istilah Roya adalah pencoretan pada buku tanah Hak Tanggungan karena hak tanggungan telah terhapus.

Pencoretan ini maksudnya adalah pencoretan Sertifikat Hak Tanggungan yang dimiliki oleh Bank karena pihak kreditur telah melunasi semua kewajiban untuk membayar semua cicilannya, setelah cicilan lunas maka pihak Bank mengeluarkan surat yang ditujukan pada kantor Badan Pertanahan Negara (BPN) setempat untuk melakukan Roya.

Jika debitur telah mengurus Roya di BPN Artinya rumah/properti yang di kredit selama ini sudah bebas dari bank (sudah lunas) dan dikembalikan lagi kepada pemiliknya yang sah.

Menjawab pertanyaan saudari Sinta, Selama ibu saudari Sinta belum mengurus Roya maka Sertifikat Hak Milik Rumah meskipun sudah dilunasi masih dianggap menjadi jaminan hutang (hak tanggungan) pada Bank, dengan demikian jika suatu hari nanti sertifikat akan dijaminkan atau akan diperjual belikan tidak akan bisa dilakukan, dan hal tersebut tentunya dapat merugikan diri sendiri.

Menurut pendapat kami, lebih baik Roya tersebut segera dilakukan, Prihal pengurusan roya bisa meminta bantuan dari Notaris/PPAT atau dapat juga mengurus sendiri dengan datang langsung ke kantor Badan Pertanahan Negara (BPN) setempat dengan membawa dokumen asli terkait kepemilikan rumah tersebut, disana akan dijelaskan dan diberi petunjuk oleh petugas tentang tatacara, biaya serta syarat-syarat yang diperlukan untuk pengurusan Roya.

Demikian yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Eka Intan Putri,S.H.,M.H.

Advokat/Ketua LKBH Intan.

KOMENTAR
Tags
Show More
Close