MotoGP

Rossi dan Marquez Dituding Curang untuk Juara Dunia

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Mantan pebalap MotoGP Anthony West yang mengeluarkan tudingan serius terhadap Valentino Rossi dan Marc Marquez, adalah pebalap yang memiliki minim prestasi di ajang Grand Prix.

Sepanjang karier tampil di dunia Grand Prix, kelas 125cc hingga MotoGP pada 1998-2006, West hanya pernah dua kali meraih kemenangan. Dua kemenangan itu terjadi pada GP Belanda kelas 250cc musim 2003 dan Moto2 Belanda musim 2014.

Total West yang memperkuat Kawasaki di MotoGP menjalani 238 balapan Grand Prix, meraih dua kemenangan dan enam finis podium. Finis terbaik West adalah posisi keenam di klasemen akhir 250cc musim 2000.

West empat musim tampil di kelas primer Grand Prix (500cc/MotoGP) pada 2001, 2007, 2008, dan 2015. Terakhir West tampil di MotoGP untuk tim AB Motoracing di tiga seri balapan terakhir musim 2015.

Pebalap yang dijuluki The Rain itu tidak pernah merasakan podium di MotoGP. Prestasi terbaiknya adalah finis kelima pada balapan MotoGP Republik Ceko pada 2008.

West yang kelahiran Maryborough, Queensland, Australia, tampil di ajang Supersport dan Asia Road Race SS600 sejak meninggalkan ajang Grand Prix. Sementara tahun lalu West tampil di Superbike Brasil bersama Kawasaki.

West menjadi sorotan karena menuding Federasi Sepeda Motor Internasional (FIM) melakukan kecurangan. Pebalap 38 tahun itu menuding FIM membantu Rossi merebut gelar juara dunia 500cc pada 2001.

“FIM membiarkan Rossi menang 500cc dengan memberi ban spesial yang dibuat khusus untuk trek. Mereka menggunakan ban helikopter dari pabrikan hanya untuk Rossi, agar dia bisa menang balapan. Semua yang kalian lihat adalah palsu dan dikontrol,” tulis West melalui Instagram.

Kekesalan West terhadap FIM muncul setelah pebalap dengan nomor balap 13 itu ditolak tampil pada kejuaraan di Brasil karena sedang menjalani hukuman gagal tes doping hingga 14 September 2020.

Dalam pernyataannya di Instagram, West juga menuding FIM korup dan membantu Marquez menjadi juara dunia Moto2.

“FIM membiarkan Marc Marquez menjadi juara Moto2 dengan membiarkan dia curang lewat ECU [perangkat elektronik]. Ketika tim Tom Luthi melakukan protes, FIM tetap diam karena Spanyol butuh juara baru. Anda harus menerima posisi kedua atau di bawahnya, jika tidak Anda tidak bisa membalap tahun depan,” tulis West.

KOMENTAR
Tag
Show More
Back to top button
Close
Close