Nasional

Rizieq Mengaku Ditawari Rp1 Triliun Pasca Aksi 212

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Imam besar Front Pembela Indonesia (FPI) Rizieq Shihab mengaku pernah didatangi seseorang setelah Aksi Bela Islam 212. Hal itu ia sampaikan saat berceramah di depan puluhan jamaah.

Video dakwah Rizieq Shihab itu kemudian beredar di media sosial dan pesan berantai WhatsApp.

Dalam video berdurasi 13.04 menit itu, Rizieq juga mengaku ditawari Rp1 triliun pasca aksi 212. Namun, Rizieq menolak tawaran tersebut.

“Supaya bapak ibu tahu pasca 212 saya ditawarkan Rp1 triliun buat bangun pesantren bangun pertanian di gunung sana di sana saya punya tanah 50 hektar saya punya pesantren, perkebunan. Mereka janjikan Rp1 triliun syaratnya satu aksi bela Islam enggak dilanjutkan,” kata Rizieq dalam video tersebut yang dikutip Selasa (29/5/2018).

Belum diketahui waktu dan lokasi dakwah Rizieq. Diduga pernyataan tersebut dilontarkan Rizieq saat berada di Arab Saudi. Rizieq berada di Arab Saudi sejak pertengahan 2017, sebelum ditetapkan sebagai tersangka dugaan konten pornografi.

Di Arab Saudi, Rizieq kerap bertemu dengan jamaah umrah dan tokoh politik seperti calon Gubernur Jawa Barat Sudrajat, Politikus Gerindra Andre Rosiade, dan Politikus PDIP Erwin Moeslimin.

“Saya tolak dan kita tahu saya sampaikan kepada istri, ini mereka biasanya punya ilmu rangkul. Kalau enggak merangkul, pukul. Peluk, kalau nggak mau peluk, gebuk. Hari ini kita mau dirangkul kalau kita tolak sebentar lagi akan datang saatnya kita dipukul dan digebuk,” lanjutnya.

Rizieq mengaku mempunyai firasat akan dikriminalisasi setelah menolak tawaran tersebut. Firasatnya, kata dia, jadi nyata setelah dua kali menolak tawaran itu muncul berbagai tuduhan yang dilayangkan kepadanya.

“Mulai dari tuduhan Pancasila, soal sampurasun, soal Tuhan beranak bidannya siapa, soal jenderal berotak hansip, soal nyerobot tanah, soal adanya lambang palu arit di dalam uang, dan seterusnya, sampai fitnah chat mesum,” ungkapnya.

KOMENTAR
Tags
Show More
Close