F1Olahraga

Rio Sudah Dua Balapan, Bagaimana Nasib Kekurangan Dana Sponsor?

Jakarta – Rio Haryanto sudah mencatatkan sejarah untuk dirinya sendiri dan juga untuk Indonesia dengan tampil di F1. Setelah dua balapan dilalui, apa kabar dengan kekurangan biaya sponsor yang harus dibayar ke Manor?
Rio harus menyetor dana sebesar 15 juta euro untuk bisa dapat satu mobil Manor dan kesempatan berlaga di F1 musim 2016. Uang 15 juta euro itu sampai kini belum sepenuhnya dipegang Rio, dia baru menyetorkan uang DP sebesar 3 juta euro.
Pertamina sebagai sponsor utama Rio sudah menyanggupi memberikan 7,25 juta euro. Hingga kini pembayaran yang dilakukan juga belum penuh, yakni baru sebesar 2,25 juta euro, sementara sisanya sebesar 5 juta euro baru akan dibayarkan setelah Rio balapan di tiga seri.
Sayangnya, selain Pertamina hingga saat ini belum ada terdengar lagi perusahaan atau pengusaha swasta Indonesia yang menyatakan kesediaan membantu pebalap 23 tahun itu. Itu artinya belum jelas dari mana Rio akan mendapatkan sisa dana pembayaran.
Kekhawatiran mulai muncul kalau Rio nantinya tidak akan penuh satu musim tampil di F1.
“Jangan berandai dulu, yang penting setiap race peringkatnya Rio naik,” kata Imam ketika ditanya soal kekurangan dana sponsor Rio dan kekhawatiran dia hanya akan membalap tak penuh.
“Tolong sebarkan kepada masyarakat Indonesia supaya jangan beri beban Rio untuk pesimistis, sebaliknya dukung dia. Sebab, kalau memang pesimisme terbangun karena kurang dana kenapa tidak dibantu. Kenapa selalu pesimismenya yang digaungkan. Sementara kita tidak bantu,” tambah Imam saat disambangi detikSport di kantornya, Senin (4/4/2016) siang WIB.
Menpora pada awalnya sempat mengusulkan kalau negara bisa membantu Rio dengan menggunakan dana APBN sebesar Rp 100 miliar. Namun wacana tersebut dapat banyak resistensi, termasuk dari DPR. Setelah itu Imam sudah juga mendorong pihak sponsor dan Kementerian lain untuk ikut terlibat membantu Rio. Imam malah sempat mengajak Pegawai Negeri Sipil untuk menyumbangkan gajinya.
Kabar baik untuk Rio datang dari Kementerian Pariwisata. Melalui Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Luar Negeri, I Gede Pitana, Kemenpar berencana membantu sebesar Rp 5-6 miliar, kendati sampai saat ini juga belum jelas kapan akan diberikan.
“Kami sudah berkirim surat banyak BUMN dan Kementerian. Mungkin karena terikat mekanisme anggaran jadi tidak semudah itu. Tapi saya optimistis mereka lagi berpikir keras untuk bantu Rio. Tinggal kesempatan saja,” katanya.
“Ketika Rio minta waktu Presiden audiensi dan dilimpahkan kepada JK, diminta untuk mendorong agar ikut turun tangan. Tapi itu kan sudah lama? Sabar…sabar semua harus dilakukan dengan step yang jelas,” Imam menjelaskan.
“Begitu soal Kemenpar mungkin tahun ini sedikit, siapa tahu tahun depan berbukit-bukit. Terpenting rasa percaya diri kita dibangun karena masing-masing punya mekanisme yang tidak kita tahu, seperti kebijakan, keuangan, kepemimpinan,” pungkasnya.
(mcy/din)
Sumber : Detik.com

KOMENTAR
Tags
Show More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Close