Ridwan Kamil Tak Rasakan Efek Samping dari Vaksin Covid-19

Ridwan Kamil Tak Rasakan Efek Samping dari Vaksin Covid-19
Ridwan Kamil

JAKARTA, SENAYANPOST.com - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil tak merasakan efek samping setelah disuntik vaksin covid-19. Emil, begitu dia sapa, menjadi salah satu relawan vaksin covid-19 yang dikembangkan PT Biofarma dengan Sinovac, Tiongkok.

Emil tak tahu berapa banyak antibodi yang melimpah ke dalam tubuhnya. Bila antibodi mencapai 90 persen maka Emil siap melawan covid-19 yang akan menyerang tubuhnya.

"Berarti badan saya siap melawan virus covid-19 yang akan menyerang tubuh saya," kata Emil di Jakarta, Jumat, 9 Oktober 2020.

Usai disuntik vaksin, Emil harus kembali lagi untuk pengambilan darah kedua. Rencananya, pengambilan sampel darah dilakukan Desember mendatang.

"Nah, kalau hasil uji darah Desember kelak berhasil, maka produksi vaksin secara massal baru bisa dimulai dan dilanjutkan vaksinasi," ungkap dia.

Uji coba vaksin covid-19 melibatkan 1.620 relawan dan terdiri dari tiga tahap. Tahap satu, vaksin disuntikkan pada relawan yang jumlahnya di bawah 100 orang.

Tahap dua, disuntikkan pada relawan dengan jumlah 100 sampai 1000 orang. Tahap tiga untuk relawan di atas 1.000 orang dan tepatnya 1.620 relawan.

Untuk menjadi relawan Emil harus mendatangi hingga 5 kali kunjungan. Kunjungan pertama untuk tes polymerase chain reaction, rapid test, dan untuk pengkondisian.

"Kunjungan kedua, menerima suntikan vaksin tahap satu. Kunjungan ketiga disuntikkan vaksin tahap kedua. Kunjungan keempat dan kelima diambil darahnya untuk dicek reaksi dari vaksin yang disuntikkan," jelas Emil.

Mantan Wali Kota Bandung ini mengaku upaya yang dilakukan pemerintah untuk menghasilkan vaksin tidak mudah. Sebab, masih ada kelompok masyarakat yang meragukan keamanan vaksin.

"Persepsi publik, orang-orang yang tidak paham menyangka saya bohong. Karena menurut yang tidak paham, jarum suntik itu masih seperti model yang lama, padahal dalam tes vaksin menggunakan jarum suntik modern yang disebut vacutainer," ungkapnya.

Emil pun meminta masyarakat yang tidak paham tentang proses vaksin tidak memprovokasi. Sebaliknya, ia menyarankan warga untuk bertanya agar memahami prosesnya.