RI Bisa Ekspor Sawit ke Swiss, Syaratnya?

RI Bisa Ekspor Sawit ke Swiss, Syaratnya?
Ilustrasi Sawit

JAKARTA, SENAYANPOST.com - Swiss akan mengadakan voting untuk memutuskan perjanjian perdagangan bebas antara Indonesia dengan European Free Trade Association (EFTA) pada Minggu (7/3). Dalam proposal, sejumlah tarif akan dikurangi bahkan dihapus secara bertahap di kedua negara.

Dilansir dari Reuters, Jumat (5/3/2021), Swiss akan menurunkan tarif bea masuk sekitar 20-40% dengan patokan volume impor 12.500 ton per tahun untuk minyak sawit. Tetapi itu akan dilakukan jika standar keberlanjutan terpenuhi.

Indonesia adalah penghasil minyak sawit terbesar di dunia, yang digunakan untuk kosmetik, produk makanan, hingga bahan bakar nabati.

Dalam jajak pendapat ini, menentukan kebijakan mengenai impor sawit dari Indonesia. Jika warga menyetujui, Indonesia akan bisa mengekspor sawit ke negeri Eropa tersebut dengan sejumlah syarat.

"Ini adalah pertama kalinya rakyat akan dipanggil untuk memberikan suara pada perjanjian perdagangan," kata Parmelin dalam konferensi pers mengenai pemungutan suara tersebut.

Sebanyak 52% pemilih mengatakan mereka mendukung kesepakatan tersebut. Pemerintah menilai kesepakatan seperti ini penting terutama bagi ekonomi yang didorong ekspor seperti Swiss. Negeri itu kekurangan sumber daya alam yang signifikan padahal pasar domestik besar.

Indonesia menawarkan potensi besar bagi perusahaan Swiss. Pada tahun 2020, ekspor Swiss ke Indonesia berjumlah 498 juta franc Swiss atau sekitar Rp 6,3 triliun.

Jika perjanjian ini disetujui, akan membuat peningkatan signifikan pada perdagangan kedua negara. Saat ini Indonesia adalah mitra ekonomi ke-44 besar Swiss, pasar ekspor ke-16 Asia.

Swiss memiliki lebih dari 30 perjanjian perdagangan bebas dengan negara-negara di luar Uni Eropa dan EFTA. Uni Eropa juga sedang merundingkan kesepakatan perdagangan dengan Indonesia.