Ekonomi

RI Akan Impor dari Brasil Supaya Tidak Dimonopoli Australia

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Pemerintah RI akan membuka keran impor daging sapi dari Brasil dan sedang melakukan penjajakan. Langkah ini diharapkan bisa mengurangi monopoli daging sapi asal Australia dan menurunkan harga daging dipasaran.

Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita menjelaskan sapi asal Australia dan Selandia Baru lebih mahal harganya ketimbang harga sapi dari Brasil. Padahal jaraknya kedua negara itu lebih dekat dengan Indonesia.

“Mahalan Australia walaupun yang satu deket yang satu jauh. Tapi dengan masuk dari Brasil, mungkin dengan adanya saingan, Australia mungkin akan turunkan. Brasil juga dagingnya bagus yang sama-sama frozen (daging beku). Makanya jangan monopoli deh. tapi persaingan itu bagus,” ujar Enggar di Nusa Dua, Bali, Rabu (21/8/2019). 

Untuk itu, pemerintah menjajaki untuk mengimpor 50 ribu ton daging sapi dari Brasil. BUMN yang ditugaskan untuk mengimpor adalah Perum Bulog, Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI), dan PT Berdikari. Perum Bulog mendapat alokasi 30 ribu ton, PPI dan PT Berdikari masing-masing 10 ribu ton. Keputusan impor sapi dari Brasil ini ditetapkan dalam rapat koordinasi Menko Perekonomian.

“Saya kirim surat ke Menteri BUMN berdasarkan ketetapan rakor Menko (Perekonomian) agar Menteri BUMN berikan penugasan. Kalau sudah tinggal ajukan permohonan ke Kementan segala macam, nanti Kemendag tinggal surat pesetujuan impor saja,” ujar Enggar

Tujuan impor sapi dari Brasil adalah supaya tidak ada monopoli pasokan sapi impor dari satu negara saja. Selama ini, Indonesia hanya impor daging maupun sapi hidup dari Australia dan Selandia Baru. Sehingga harga diharapkan bisa ditekan. Enggar menargetkan dalam 3 bulan setelah impor sapi dari Brasil, harga daging di dalam negeri bisa ditekan.

“Nanti BUMN mau kerja sama sama swasta ya silakan saja. Kalau BUMN mau salurkan ke pasar terus gandeng swasta ya tidak apa-apa yang penting importirnya BUMN,” ujar Enggar.

KOMENTAR
Tags
Show More
Close