Politik

Respons KH Ma’ruf Amin Soal Dirinya yang Sudah Tua

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Calon wakil presiden nomor urut 01, KH Ma’ruf Amin, berkomentar soal dirinya yang sudah disebut tua, bahkan sudah bau tanah namun masih bersedia dipinang oleh Joko Widodo menjadi pemimpin negara.

Hal itu ia sampaikan saat bersilatuahmi dengan para relawan dari Arus Baru Muslimah (ABM) di Balai Kartini, Jakarta Selatan, Minggu (23/9).

“Ada yang bilang sudah tua saja, sudah bau tanah, kok mau jadi cawapres. Saya bilang kalaupun umur saya tinggal sehari, saya akan siap membela bangsa,” tuturnya.

Meski demikian Ma’ruf yang pernah bertemu Mahathir Mohammad merasakan dirinya tak terlalu tua juga. Perdana Menteri Malaysia yang berusia 93 pada Juli lalu itu diakui Ma’ruf melecutkan semangat muda dalam dirinya. Ma’ruf sendiri berusia 75 pada 11 Maret lalu.

Di satu sisi, Ma’ruf mengaku dirinya mengapresiasi Jokowi yang telah memilih dirinya yang sudah tua dan memiliki latar belakang ulama sebagai pendampingnya untuk bertarung memperebutkan kursi kepemimpinan RI pada Pilpres 2019.

Lagi pula, dirinya hanya ingin membantu Jokowi yang telah memilihnya menjadi cawapres untuk mewariskan Indonesia yang lebih baik pada 2024. Dia mengandaikan bahwa dirinya dan Jokowi akan membangun landasan pacu agar Indonesia siap terbang dengan kepemimpinan baru nanti.

“Saya menanam bukan untuk saya, tapi untuk generasi selanjutnya. Yang saya makan juga dari generasi sebelum saya. Saya ingin menanamkan, membantu Jokowi untuk maju. Dan untuk Indonesia maju harus disatukan,” ujarnya.

Mantan Rais Aam PBNU ini tak sendirian datang ke malam deklarasi dukungan dari Arus Baru Muslimah yang digelar di Balai Kartini, Jakarta Selatan tersebut. Turut bersama dirinya Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Erick Thohir.

“Jokowi KMA, yes! Jokowi KMA, yes. Jokowi KMA, yes! Menang, Allahuakbar!,” pekik peserta deklarasi sambil mengangkat jari telunjuk ke udara demi menyambut kedatangan Maruf dan Erick malam tadi.

Ketua Arus Baru Muslimah, Munifah Syarwani, mengatakan gerakan ini adalah gerakan perempuan muslimah modern yang membawa tema besar perbaikan pendidikan, kesehatan dan ekonomi keluarga untuk perempuan. Gerakan ini diklaim telah mendapatkan dukungan dari perwakilan di 34 provinsi di Indonesia.

Munifah juga sempat menyinggung partai emak-emak yang ingin disejahterakan kubu pasangan calon nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Menurut dia, kata emak emak membawa konotasi yang kurang sesuai dengan anggota gerakan tersebut.

“Kalau emak-emak kan konotasinya pakai daster ke pasar di dapur. Kita mah perempuan keren. Karena keren kita buat saja the power of muslimah,” ungkap Munifah.

Pada kesempatan tersebut, Munifah meminta Erick sebagai ketua TKN Jokowi-Ma’ruf tidak meremehkan suara perempuan yang jumlahnya dominan dalam daftar pemilih sementara KPU. Dia juga mengatakan pendapat ibu-ibu penting karena perannya yang krusial di dalam rumah tangga dan lingkungan masing-masing.

“Kalau di Indonesia kami hampir 50:50 dengan jumlah pemilih laki-laki. Tapi kalau ditambah dengan yang di luar negeri jumlahnya jadi 52 persen,” katanya.

Gerakan ini kata dia juga untuk peningkatan kecerdasan perempuan melalui pendidikan sehingga tidak menjadi obyek politik oleh oknum politisi, atau bahkan menjadi korban.

KOMENTAR
Tag
Show More
Back to top button
Close
Close