Teknologi

Rencana Pemblokiran Game Online, Hoax

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Beredar kabar bahwa Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bakal menutup akses sejumlah game online pada 31 Januari 2019. Namun, kabar itu dipastikan bohong alias hoax.

“Kementerian Kominfo menegaskan bahwa informasi itu tidak benar atau hoaks,” kata Plt Kepala Biro Humas Kemkominfo Ferdinandus Setu dilansir Antara, Kamis (10/1).

Namun, pemerintah akan tetap memantau penggunaan produk permainan interaktif elektronik. Hal ini sebagai upaya untuk melindungi masyarakat dari konten permainan elektronik.

Pengawasan mengacu Peraturan Menteri Kominfo Nomor 11 Tahun 2016 tentang Klasifikasi Permainan Elektronik. Aturan itu memuat klasifikasi penggunaan konten permainan elektronik berdasarkan kategori dan kelompok usia.

Konten dikelompokkan dalam beberapa tingkatan usia. Misalnya untuk usia tiga tahun atau lebih, tujuh tahun atau lebih, 13 tahun atau lebih, 18 tahun atau lebih, dan kelompok untuk semua usia.

Sesuai aturan, konten permainan elektronik yang berkaitan dengan kekerasan hanya boleh dikonsumsi oleh kelompok usia 13 tahun ke atas dengan batasan tertentu. Kominfo pun mengimbau agar masyarakat dapat menyampaikan aduan terkait klasifikasi konten melalui situs igrs.id.

Sebelumnya, Kemenkominfo dikabarkan akan menutup akses sejumlah permainan elektonik daring. Sejumlah nama permainan elektronik itu yakni PUBG, Free Fire, Rules of Survival, Fortnite, Creative Destruction, Cross Fire: Legends. Kemudian, Mobile Legends, Arena of Valor, Point Blank Online dan Grand Theft Auto 5.

KOMENTAR
Tags
Show More
Back to top button
Close
Close