BUMN

Rencana Holding Rumah Sakit BUMN Dipercepat

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Upaya pembentukan holding BUMN rumah sakit (RS) telah terjadi sejak 2017. Namun rencana tersebut belum terealisasi hingga saat ini.

Staf Khusus Kementerian BUMN Arya Sinulingga mengatakan kementerian BUMN berupaya merealisasikan pembentukan holding yang tersendat sejak tiga tahun yang lalu. Langkah ini dilakukan untuk memperbaiki kembali bisnis inti BUMN dan pembentukan health security.

“[Di 2017 itu] Baru diresmikan tapi belum beroperasi. Dulu simbolis, sekarang kita akselerasi (percepatan) supaya jalan sambil memperbaiki strukturnya,” kata Arya di kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa (11/2/2020).

Saham holding rumah sakit BUMN yang dipegang oleh PT Pertamina Bina Medika-IHC (Pertamedika) nantinya akan dimiliki oleh 15 perusahaan pelat merah yang mengoperasikan rumah sakit tersebut. Sehingga tak ada ada transaksi jual beli yang akan terjadi dalam pengalihan saham tersebut.

Arya menjelaskan, besar kepemilikan saham BUMN pada holding akan dipastikan setelah integrasi 64 rumah sakit tersebut selesai pada Desember 2020, atau bahkan lebih cepat.

“Di-inbreng, nanti dikasih ke atas (ke Pertamedika). Dihitung asetnya itu dihitung sebagai penyertaannya ke holding. Jadi holding jadi pengelola saja, jadi nggak ada transaksi,” katanya.

Holding rumah sakit BUMN ini akan pegang oleh PT Pertamina Bina Medika-IHC (Pertamedika) yang saat ini membawahi rumah sakit milik PT Pertamina (Persero).

Di bawah holding ini akan ada 63 rumah sakit lainnya yang dimiliki oleh 15 perusahaan BUMN. Pembentukan holding ini ditargetkan dapat rampung pada Desember 2020 mendatang dengan proses konsolidasi dilakukan dalam 3 fase.

Direktur Utama Pertamedika Fathema Djan Rachmat mengatakan penggabungan seluruh rumah sakit milik BUMN ini dapat menghasilkan pendapatan untuk perusahaan mencapai Rp 8-10 triliun per tahun.

KOMENTAR
Tag
Show More
Back to top button
Close
Close