Hot Isu

Rektor UGM Ingin Kasus Pemerkosaan Mahasiswanya Dituntaskan Tanpa Proses Hukum

YOGYAKARTA, SENAYANPOST.com – Rektor Universitas Gajah Mada (UGM) Panut Mulyono mengatakan, institusi yang dipimpinnya mampu merampungkan kasus dugaan pemerkosaan terhadap mahasiswinya saat sedang KKN. Panut meyakini jika lewat penyelesaian yang dilakukan oleh UGM baik korban maupun terduga pelaku bisa lulus dan menjadi orang yang lebih baik.

“Sebetulnya kami ingin dua-duanya nanti lulus dari UGM menjadi orang-orang yang lebih baik dari yang sekarang. Begitu ya, dan kelak bisa menjadi orang-orang berkontribusi bagi masyarakat bangsa dan negara,” ujar Panut di Gedung Pascasarjana FMIPA UGM, Jumat (9/11/2018).

Panut mengungkapkan alasan tak membawa kasus tersebut ke ranah hukum karena pihaknya yakin mampu merampungkan masalah tersebut. Panut juga menyebut jika kedua pihak baik korban maupun terduga pelaku merupakan bagian dari keluarga besar UGM sehingga pihak UGM merasa berkewajiban memberikan edukasi dan sanksi yang konstruktif.

“Saya sebagai orangtua itu sejak awal meyakini bahwa UGM mampu menyelesaikan persoalan ini berdasar dengan peraturan-peraturan yang ada di UGM, dan kami yakin bisa menghasilkan keputusan yang seadil-adilnya,” ujarnya.

Panut mengatakan pihak kampus mempersilakan korban membawa kasus tersebut ke ranah hukum jika penyelesaian yang dilakukan oleh UGM dirasa belum memuaskan bagi korban.

Panut menambahkan jika UGM sejak kasus tersebut terjadi sangat menaruh simpati terhadap korban. UGM pun berupaya agar korban bisa mendapatkan keadilan yang seadil-adilnya.

“Ketika keputusan yang kami lakukan dengan seadil-adilnya, sejujur-jujurnya, itu dirasa belum memenuhi rasa keadilan. Kemudian mau dibawa ke ranah hukum itu bagi UGM tidak ada persoalan. Tetapi kami yakin sebetulnya tanpa ke ranah hukum, UGM bisa menyelesaikan sendiri persoalan ini dengan sebaik-baiknya, dengan seadil-adilnya,” tutup Panut.

KOMENTAR
Tags
Show More
Close