Ekonomi

Realisasi Anggaran Kesehatan Masih Minim, BKF Ungkap Penyebabnya

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Realisasi anggaran kesehatan hingga kini masih minim. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Febrio Kacaribu mengungkapkan per 26 Juni 2020 realisasi hanya mencapai 4,68 persen dari total pagu anggaran Rp87,55 triliun.

“Kesehatan masih sangat rendah realisasinya tapi dalam satu minggu terakhir mulai ada pergerakan, mudah-mudahan minggu depan akan bergerak cukup jauh dibandingkan minggu ini,” kata dia dalam diskusi onlineĀ Secret at Newsroom CNN Indonesia bertajuk ‘Jurus Jokowi Lawan Hantu Resesi’ pada Jumat (3/7/2020) pukul 19.00 WIB.

Ia tak memungkiri rendahnya penyerapan di bidang kesehatan yang jauh tertinggal dari penyerapan perlindungan sosial yang mencapai 34,06 persen, program dukungan untuk UMKM sebesar 22,74 persen, dan insentif usaha sebesar 10,14 persen.

Selain kesehatan, penyerapan sektoral dan pemerintah daerah (Pemda) juga mengkhawatirkan. Per akhir Juni, baru 4,01 persen realisasi yang tercatat dari total pagu anggaran Rp106,11 triliun. Katanya, realisasi dihambat oleh penyelesaian regulasi.

Lebih lanjut, Febrio menjelaskan bahwa rendahnya penyerapan pagu anggaran kesehatan disebabkan oleh keterlambatan klaim biaya perawatan dan insentif tenaga kerja kesehatan.

Alasan lainnya yaitu kakunya administrasi dan berbelitnya proses verifikasi pencairan insentif tenaga kesehatan. Ini yang menyebabkan tingginya klaim belum diproses di RS.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan kekecewaannya akan lambatnya realisasi anggaran penanganan covid-19 oleh jajaran kerjanya. Ia menyinggung realisasi kesehatan yang kala itu baru tercatat sebesar 1,53 persen.

“Misalnya saya berikan contoh, bidang kesehatan, itu dianggarkan Rp75 triliun. Rp75 triliun itu baru keluar 1,53 persen coba, uang beredar di masyarakat ke-rem ke situ semua,” kata Jokowi melalui tayangan video yang diunggah di akun Youtube Sekretariat Presiden beberapa waktu lalu.

Ia meminta Kemenkes agar memangkas birokrasi yang bertele-tele demi mempercepat pencairan dana. “Belanja-belanja peralatan segera keluarkan, ini sudah disediakan 75 riliun seperti ini,” pungkasnya.

KOMENTAR
Tag
Show More
Back to top button
Close
Close