Hukum

Razia Topeng Monyet, 50 Ekor Disita

BEKASI, SENAYANPOST.com – Sedikitnya 50 ekor monyet berhasil disita dari para pelaku usaha topeng monyet yang selama ini beroperasional di wilayah Jabar. Penyitaan itu dilakukan oleh Jakarta Animal Aid Network (JAAN) bekerja sama dengan Pemprov Jawa Barat yang bertajuk ‘Stop Topeng Monyet’,

“Hingga Juni 2018, kami sudah mengamankan 50 ekor monyet jenis ekor panjang dari wilayah Bandung, Cirebon, Tasikmalaya, Bogor dan Bekasi,” kata Coord. Wildlife Trade Confiscations JAAN Wildlife Division, Zai, di Bekasi, Senin (25/6/2018).

Dikatakan Zai, jumlah tersebut masih relatif jauh dari angka target sebanyak 500 ekor sesuai pemetaan pihaknya terhadap aktivitas topeng monyet di Jawa Barat pada 2018.

“Yang paling dominan memang di wilayah Bekasi. Setelah kita telusuri, monyet ini rata-rata didatangkan dari Tasikmalaya karena berdasarkan data kami ada sekitar 500 kepala keluarga yang khusus melatih topeng monyet di sana,” katanya.

Zai mengatakan, pada tahun sebelumnya, JAAN berhasil menyita 145 ekor dan setelah menjalani perawatan di penangkaran di Lembang sekitar tiga tahun, dilepaskan seluruhnya ke alam bebas di Gunung Tilu, Soreang, Bandung.

“Kita bagi dalam empat kelompok pelepasan ke alam bebas. Per kelompok 15 ekor. Kita akan cek dulu situasi vegetasi di hutan tersebut serta keamanan habitatnya,” katanya.

Upaya penyitaan monyet dari tangan pengusaha topeng monyet dilakukan dengan melibatkan sejumlah unsur terkait seperti dinas peternakan, Satpol PP dan dinas sosial di wilayah masing-masing.

“Kita tidak ada kompensasi untuk para pengusahanya. Monyet yang kedapatan oleh kita akan dilaporkan ke instansi terkait untuk disita,” katanya.

Upaya penyitaan itu sejalan dengan instruksi dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dalam rangka perlindungan satwa liar untuk keberlangsungan habitatnya.

“Satwa liar lebih baik di hutan. Stop pelihara satwa liar,” katanya. (MU)

KOMENTAR
Tags
Lihat selanjutnya
Close