Internasional

Raup 92 Persen Suara, El Sisi Kembali Pimpin Mesir

KAIRO, SENAYANPOST.com – Abdel Fattah el-Sisi hampir pasti bakal kembali memimpin Mesir. Petahana ini dilaporkan berhasil meraup 92 persen suara dalam hasil awal pemilihan presiden Mesir 2018.

Kantor berita resmi MENA dan surat kabar milik negara al-Ahram dan Akhbar el-Youm mengatakan pada Kamis (29/3) bahwa 23 juta dari 60 juta pemilih terdaftar, atau sekitar 40% penduduk memberikan suara selama tiga hari pemungutan suara yang berakhir di hari Rabu pekan ini.

Lawan el-Sisi, Mousa Mostafa Mousa, hanya mengantongi 721.000 suara. Mousa sebelumnya mendukung Sisi untuk masa jabatan kedua. Dia disebut-sebut oleh pengamat sebagai “calon boneka” dalam pemilu kali ini.

Jumlah pemilih sesuai dengan hasil awal berjumlah lebih dari 42 persen.

Penghitungan suara dimulai tepat setelah penutupan pusat pemungutan suara nasional pada jam 10 malam waktu setempat pada hari Rabu.

Hasil akhir akan secara resmi diumumkan oleh Otoritas Pemilihan Nasional dalam konferensi pers Senin mendatang.

Sisi menjabat Presiden Mesir pada pertengahan 2014, setahun setelah ia memimpin kudeta militer terhadap Presiden Mohamed Morsi. Tindakan itu diambil sebagai tanggapan atas protes massal terhadap pemerintahan Morsi dan kelompok Ikhwanul Muslimin yang sekarang dilarang.

Partisipasi pemilih dalam pemilihan presiden 2014, yang dimenangi Sisi hampir 97 persen suara melawan politisi sayap kiri Hamdeen Sabahi, adalah sekitar 47,5 persen dari sekitar 53,8 juta pemilih terdaftar.

“Pemandangan orang-orang Mesir di luar tempat pemungutan suara akan tetap menjadi sumber kehormatan dan kebanggaan bagi saya, dan bukti konklusif kebesaran bangsa kita,” kata Sisi dalam postingan di halaman Facebook-nya tepat setelah penutupan pemungutan suara seperti dikutip dari Xinhua, Jumat (30/3).

Sisi diharapkan meraih kemenangan telak dalam pemilu, namun pemimpin Mesir itu ingin mendapatkan suara dukungan yang tinggi sebagai tanda dukungan rakyat untuk pemerintahannya.

Beberapa kemungkinan pesaing yang kuat dalam pemilihan presiden telah didiskualifikasi karena dianggap telah melakukan pelanggaran.

Dalam wawancara dengan TV negara jelang pemilu, Sisi mendesak semua pemilih yang memenuhi syarat untuk mengambil bagian dalam pesta demokrasi itu terlepas dari siapa yang akan mereka pilih. Sisi juga menyatakan keinginannya untuk memiliki lebih banyak penantang dalam pemilu. (WW)

KOMENTAR
Tags
Lihat selanjutnya
Close