Energi & Tambang

Ratusan Sumur Minyak Ilegal Ditemukan di Musi Banyuasin

SUMSEL, SENAYANPOST.com – Berdasarkan hasil pendataan yang dilakukan Pemerintah Daerah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) bekerja sama dengan PT Pertamina EP Asset II dan Polri, ratusan sumur minyak ilegal ditemukan di Kabupaten Musi Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan.

“Kami mendata ini untuk menindaklanjuti keluarnya Maklumat Bersama Tentang Larangan Penambangan dan Pengolahan Minyak Secara Ilegal, tentunya semua pihak ingin praktik illegal drilling bisa diminimalisasi,” ujar Camat Sungai Keruh, Kabupaten Musi Banyuasin, M Imron, di Sekayu, Muba, Senin (16/9/2019).

Ia mengatakan, pendataan dilakukan dengan cara mendatangi secara langsung sejumlah desa yang selama ini menjadi lokasi keberadaan sumur minyak liar pada Sabtu (14/9/2019). Dalam pedataan langsung ke lokasi tersebut, ditemukan sumur-sumur minyak ilegal yang dikelola oknum tak bertanggungjawab dalam wilayah dan di luar wilayah kerja PT Pertamina.

Pendataan sumur minyal ilegal ini juga, kata dia, dimaksudkan untuk merealisasikan tindakan penutupan sumur tersebut oleh PT Pertamina EP Asset II. “Ini langkah awal, melalui pendataan dulu, nanti langsung ditindak,” katanya.

Sementara itu, Asisten Manager Legal dan Relations PT Pertamina EP, Feri Frastyo Wibowo mengatakan, terdapat beberapa sumur minyak ilegal di wilayah Sungai Keruh yang semula dikelola KSO Santika.

Sejak Juni 2019, ujar dia, sumur tua ini sudah diambil alih PT Pertamina EP. Salah satu sumur yang berada di lokasi tersebut, diketahui pernah dikelola secara ilegal oleh masyarakat. Aparat setempat sudah memproses hukum pelakunya.

“Kami secara bertahap akan mendata sumur-sumur yang potensi disalahgunakan oleh masyarakat. Sementara ini ada 10 sumur yang kami aktivasi, dari 300-an sumur yang terdata di Sungai Dua,” ujarnya.

Seperti diketahui, kejahatan illegal drilling di Provinsi Sumatera Selatan, khususnya di Kabupaten Musi Banyuasin, menjadi perhatian pemerintah karena sudah sangat masif dan mengancam lingkungan dan keselamatan warga. Beberapa kali di tahun 2019 telah terjadi ledakan akibat aktivitas pengeboran ilegal oleh warga setempat. (WS)

KOMENTAR
Tags
Show More
Back to top button
Close
Close