Kriminal

Ratu Keraton Agung Sejagat Syok, Menangis Tiap Hari

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Pemberitaan terkait Keraton Agung Sejagat dan keraton-keraton baru di Indonesia, menarik perhatian masyarakat. Termasuk pemberitaan tentang Ratu Keraton Agung Sejagat, Fanni Aminadia (41).

Ternyata, menurut kuasa hukum Fanni, Mohamad Sofyan, kliennya masih dalam kondisi syok dan terpukul atas proses hukum yang tengah ia jalani.

Sang Ratu Keraton Agung Sejagat ini tiap hari selalu menangis baik di tahanan maupun saat diperiksa di Mapolda Jawa Tengah. Fanni mengaku selalu teringat dua anaknya yang saat ini tinggal di rumah salah satu kerabat.

“Tiap hari menangis, di tahanan maupun saat pemeriksaan. Bagaimana pun dia adalah seorang ibu, pasti kepikiran anak-anaknya,” kata Sofyan, Rabu (22/1/2020).

Terkait kuburan janin yang ditemukan dan dipindahkan di Sleman Yogyakarta, Sofyan menjelaskan bila memang janin dari rahim Fanni yang mengalami keguguran pada bulan Desember lalu. Fanni, kata dia, saat ini masih dalam kondisi nifas.

“Jadi bercampur aduk rasa psikisnya,” tambah Sofyan.

Fanni sendiri tak terlihat ketika tersangka Toto Santoso menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat lewat awak media di Mapolda Jawa Tengah pada Selasa (21/1) pagi. Meski demikian, Toto menegaskan bahwa permintaan maaf yang diungkapkannya juga mewakili ungkapan Fanni.

“Saya minta maaf, dari keinginan kami. Saya juga mewakili Fanni,” kata Toto.

Sembari minta maaf, Toto dan Fanni juga menegaskan bila semua hal Keraton Agung Sejagat yang disampaikannya adalah fiktif.

Keduanya pun meminta maaf kepada ribuan pengikutnya yang selama ini sudah rela memberikan iuran untuk masuk dalam Keraton Agung Sejagat.

Diberitakan sebelumnya, Toto Santoso dan Fanni Aminadia menjadi sorotan publik beberapa waktu terakhir. Di media sosial dan media massa,

Keraton Agung Sejagat itu dibuat Toto dan Fanni di Desa Pogung Jurutengah, Kecamatan Bayan, Purworejo. Mereka mengklaim sebagai penerus kemaharajaan Nusantara, Majapahit, yang muncul setelah perjanjian 500 tahun dengan Portugis berakhir.

Toto dan Fanni diduga melakukan perbuatan melanggar pasal 14 UU No 1 tahun 1946 tentang penyebaran berita bohong berakibat membuat onar di kalangan rakyat dan pasal 378 KUHP tentang penipuan.

Kabid Humas Polda Jateng Kombes Iskandar Fitriana Sutisna pada 15 Januari lalu mengatakan Keraton Agung Sejagat telah merekrut 450 warga. Pengikut Keraton Agung Sejagat wajib membayar uang Rp3 juta untuk masuk sebagai anggota.

“Dengan iming-iming akan hidup lebih baik dan gaji dolar tiap bulan, tutur Iskandar,” kata Iskandar. (Jo)

KOMENTAR
Tag
Show More
Back to top button
Close
Close