Ramalan Arsene Wenger soal Liga Super Eropa Terbukti!

Ramalan Arsene Wenger soal Liga Super Eropa Terbukti!
Arsene Wenger

JAKARTA, SENAYANPOST.com - Medio Agustus 2009 atau 11 tahun yang lalu, pelatih Arsenal kala itu, Arsene Wenger, menjalani sesi wawancara. Ia mengatakan, dalam 10 tahun ke depan terhitung sejak 2009, akan tercipta Liga Super Eropa yang notabene kompetisi tandingan Liga Champions.

“Saya melihat liga nasional (kompetisi domestik) akan bertahan, namun dalam 10 tahun ke depan mungkin akan muncul Liga Super Eropa,” kata Wenger saat itu, mengutip dari The Guardian, Senin (19/4/2021).

“Saya tidak yakin 100 persen bahwa pernyataan saya ini akan benar. Namun ada beberapa suara di balik layar yang siap melakukan sesuatu untuk itu (membentuk Liga Super Eropa). Terutama jika peraturan kerap membatasi klub-klub,” lanjut Wenger yang 22 tahun (1996-2018) menangani Arsenal.

Ucapan Wenger pada akhirnya menjadi kenyataan. Dini hari tadi sebanyak 12 klub memutuskan keluar dari Asosiasi Klub Eropa (ECA). Mereka kemudian bergabung dengan Liga Super Eropa yang merupakan kompetisi tandingan Liga Champions.

Sebanyak 12 klub dipastikan ambil bagian di Liga Super Eropa. Mereka ialah AC Milan, Arsenal, Atletico Madrid, Chelsea, Barcelona, Inter Milan, Juventus, Liverpool, Manchester City, Manchester United, Real Madrid dan Tottenham Hotspur.

UEFA sedang mencari tiga klub tambahan sebagai pelengkap 15 klub permanen yang tampil di Liga Super Eropa. Kabarnya, tiga klub tambahan itu meliputi Bayern Munich, RB Leipzig dan FC Porto.

Nantinya, ada 20 klub yang ambil bagian di Liga Super Eropa. Sebanyak 20 klub itu dibagi ke dalam dua grup, yang mana masing-masing grupnya berisikan 10 tim. Nantinya, 10 tim itu bertanding kandang dan tandang.

Tiga tim teratas dari masing-masing grup lolos otomatis ke perempatfinal Liga Super Eropa. Sementara itu, tim yang menduduki posisi empat dan lima akan melakoni babak playoff untuk mencari dua slot tersisa di perempatfinal Liga Super Eropa.

Kemudian, babak perempatfinal dan semifinal dilangsungkan dengan format kandang dan tandang. Barulah, partai puncak digelar satu laga, atau biasa dilangsungkan di tempat netral.

Laga-laga Liga Super Eropa akan bergulir tengah pekan, sehingga tidak mengganggu jalannya kompetisi domestik seperti Liga Inggris, Liga Italia dan lain-lain. Namun, UEFA, FIFA dan federasi sepakbola Inggris, Italia serta Spanyol menolak digelarnya kompetisi ini.

Mereka bahkan tak segan memberikan hukuman kepada klub-klub yang ngotot tampil di Liga Super Eropa. Karena itu, menarik menanti kelanjutan Liga Super Eropa yang rencananya bergulir per Agustus 2021.