Internasional

Raja Salman Resmikan Pembangunan Taman Hiburan Raksasa

RIYADH, SENAYANPOST.com – Arab Saudi makin agresif mengubah wajahnya dari kerajaan konservatif menuju Arab yang modern dan terbuka pada perubahan. Tak terkecuali di dunia hiburan yang selama ini dikenal sesuatu yang tabu di Saudi.

Nah, Sabtu (28/4) waktu setempat, Raja Salman bin Abdulaziz telah meresmikan pembangunan taman hiburan raksasa di Qiddiya, dekat dengan Riyadh.

Peresmian itu berlangsung meriah dengan pertunjukan kembang api dan kehadiran ratusan tamu dari Kerajaan Arab Saudi.

Didampingi Putra Mahkota Pangeran Mohammed bin Salman yang sekaligus menjabat sebagai Kepala Pendanaan Investasi Publik, Saudi bersiap untuk meningkatkan sektor hiburan dan industri pariwisata dalam program bertajuk “Visi 2030”.

Qiddiya menjadi salah satu langkah nyata kerajaan untuk mengurangi ketergantungan terhadap minyak. Taman tersebut diyakini bakal menjadi kota hiburan terbesar di dunia pada 2030, dengan total luas mencapai 334 km persegi.

Taman hiburan raksasa tersebut disebut bakal menyaingi Walt Disney World di Florida, Amerika Serikat, yang memiliki luas 110 km persegi.

“Dalam merancang Qiddiya, kami membangun masa depan yang lebih cerah,” kata CEO taman hiburan Qiddiya, Michael Reininger, seperti dilansir dari Arab News.

“Tempat yang bakal dipenuhi dengan budaya, olahraga, hiburan, dan seni untuk memenuhi keinginan warga Saudi untuk memperkaya kehidupan mereka,” imbuhnya.

Kehadiran destinasi wisata yang berjarak 40 km dari Riyadh ini menargetkan 8 juta pengunjung dari sekitar ibu kota Saudi tersebut, dan 45 juta pengunjung dari wilayah Teluk Arab.

Kaum muda akan menjadi kontributor utama keberhasilan Qiddiya mengingat dua pertiga penduduk Saudi di bawah usia 35 tahun.

Selain taman hiburan hiburan, terdapat pula fasilitas olahraga yang mampu menggelar kompetisi internasional, akademi pelatihan, trek gurun dan aspal untuk penggemar motor sport, rekreasi air dan salju, petualangan alam, dan taman safari.

Warga Saudi menghabiskan sekitar 30 miliar dollar AS atau sekitar Rp 416 miliar untuk berwisata ke luar negeri setiap tahunnya. Proyek ini juga diharapkan dapat mengalihkan sebagian dari tersebut sehingga dapat kembali ke kerajaan. (MU)

KOMENTAR
Tags
Lihat selanjutnya
Close