Catatan dari Senayan

Rahasia di Balik Masker Mahal Bu KSAD

TIBA-TIBA sosok Hetty Perkasa, isteri Jenderal TNI Andika Perkasa, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), di masa pandemi Covid-19 ini menjadi sorotan publik.

Di samping sorotan positif karena perjuangan gigihnya mensupport penanganan Covid, ada juga pandangan negatif terkait masker yang dipakainya saat mendampingi suami berbaur dengan para tenaga medis di lapangan.

Terlebih setelah media massa dan media sosial memberitakan masker yang dipakai Ibu KSAD itu termasuk langka, harganya pun wow, ada yang menyebut sampai Rp 22 juta, tapi ada yang menulis harganya kurang dari itu. Tetap saja angka yang terkesan fantastis.

Ibu KSAD ingin menunjukkan kemewahan? Awalnya saya termasuk yang berprasangka seperti itu. Karena kenyataan harga masker biasanya hanya sekitar Rp 10 ribu, bahkan ada yang lebih murah, harga masker Bu KSAD kok sampai ribuan kali.

Tapi saya segera menepis prasangka seperti itu. Setahu saya Bu Hetty bukan tipe ibu pejabat yang suka glamor, tampil wah.

Ya, sehari-saya hari saat mendamping suami dan dalam kesempatan lain selalu tampil sederhana. Tak nampak bersolek, selalu tampil tanpa perhiasan dan aksesoris yang mencolok.

Tidak menampakkan isteri seorang jenderal bintang empat, orang nomor satu di jajaran TNI Angkatan Darat. Pasti ada alasan mengapa Bu KSAD memakai masker semahal itu.

Seperti ramai diberitakan, Bu Hetty Andika, yang juga putri Jenderal TNI Purn AM Hendropriyono itu menyedot perhatian publik lantaran masker yang dipakainya berbeda dengan yang digunakan masyarakat.

Banyak warganet banyak yang penasaran. Karena masker unik itu diklaim memiliki teknologi perangkat medis terbaru. Desainnya ergonomis dan pemakaiannya cepat. Karena bentuknya yang transparan maka memudahkan penggunanya untuk berkomunikasi dengan siapa saja.

Tak hanya itu, terdapat seperti mesin kecil di bagian belakang. Itulah yang menjadikan banyak warganet ingin mengetahui sebenarnya masker apa yang dikenakan istri Jenderal Andika Perkasa ini.

Komentar mereka pun bermacam ada yang kagum dan menilai positif tapi ada juga yang berkomentar negatif.

Penulis pun mencari informasi ihwal “rahasia” di balik masker Bu KSAD dari sumber-sumber yang kompeten di kalangan kedokteran.

“Sebenarnya kalau mengetahui fungsi dan nilai ekonomis masker yang dipakai Bu Hetty itu nggak perlu diributkan,” kata seorang tokoh kedokteran yang enggan disebut jati dirinya.

Alasannya, bisa disebut mewah atau berlebihan kalau itu berupa tas, perhiasan, kacamata, atau sepatu. “Tapi itu alat proteksi diri yang sangat ampuh untuk keluar masuk lingkungan pandemi atau zona merah covid,” kata dokter itu.

Harganya sangat mahal? “Tidak juga,” jawabnya. Alasannya, “Karena masker seperti yang dipakai Bu KSAD itu bisa dipakai untuk dua tahun menghadapi serangan virus corona. Jika memakai masker biasa sehari bisa ganti tiga kali. Coba hitung kalau misalnya untuk waktu dua tahun.”

Dokter bergelar profesor itu menyebut masker yang dipakai Bu KSAD bisa jadi contoh sebagai perisai terbaik untuk para dokter yang masih saja banyak yang tertular karena harus menolong banyak sekali pasien Covid.

Dia malah menduga dan sangat berharap, para dokter dan tenaga medis segera dilengkapi dengan masker semacam yang dipakai Bu KSAD.

“Jadi sebetulnya masker Bu KSAD itu sangat efisien dan efektif, jika paham manfaat dan nilai perlindungannya jangka panjang,” kata dokter itu lagi.

Dari penelusuran masker yang dipakai Bu KSAD adalah masker buatan CleanSpace Technology di Australia seri Halo. Dikutip dari laman resminya, masker berjenis respirator ini adalah sebuah inovasi besar untuk melindungi pernapasan.

Masker ini dirancang oleh insinyur biomedis dengan respirator bertenaga kecil yang ringan. Bentuknya pun minimalis dan ergonomis karena tanpa kabel, selang, atau helm.

CEO CleanSpace, Dr Alex Birrell mengatakan, respirator CleanSpace memanfaatkan teknologi perangkat medis terbaru untuk perlindungan dan berkinerja tinggi dibanding respirator pelindung perawatan kesehatan biasa.

Di luar soal masker mahal itu tercatat banyak hal dilakukan Bu KSAD selama pandemi Covid-19 ini. Mengunjungi berbagai pusat pelayanan medis, berbagi alat pelindung diri, membagi sembako, madu dan obat-obatan kepada tenaga medis, para prajurit dan masyarakat di berbagai pelosok.

Seolah tak mempedulikan nyinyiran ihwal masker yang dipakainya, pemilik nama asli Diah Erwiany Trisnamurti Hendrati Hendropriyono  itu terus menunjukkan baktinya pada kemanusiaan dan bangsa. Tetap dengan penuh kesahajaan dan senyum keramahannya. (*)

KOMENTAR
Tag
Show More
Back to top button
Close
Close