Korupsi

Ragukan Keberadaan Djoko Tjandra di Indonesia, Menkumham: Tidak Ada Datanya

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Jaksa Agung ST Burhanuddin mengatakan buronan kasus korupsi cessie Bank Bali Djoko Tjandra sudah berada di Indonesia sejak tiga bulan lalu. Kabar tersebut disampaikan Jaksa Agung saat rapat kerja bersama Komisi III DPR, Senin (29/6/2020).

Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumhan) Yasonna Laoly mengatakan keberadaan Djoko Tjandra tidak ada di sistem. Dia meragukan kabar mengenai keberadaan Djoko Tjandra di Indonesia.

“Dari mana data bahwa dia 3 bulan di sini, tidak ada datanya kok. Di sistem kami tidak ada, saya tidak tahu bagaimana caranya. Sampai sekarang tidak ada. Kemenkumham tidak tahu sama sekali (Djoko Tjandra.) di mana. Makanya kemarin kan ada dibilang ditangkap, kita heran juga. Jadi kami sudah cek sistem kami semuanya, tidak ada,” kata Yasonna melalui keterangan tertulisnya, Selasa (30/6/2020).

Sebelumnya, Burhanuddin menyebut Djoko Tjandra merupakan sosok yang lihai berpindah tempat untuk bersembunyi. Dia mendapat informasi Djoko Tjandra sudah di Indonesia.

“Kita sudah bertahun-tahun mencari Djoko Tjandra ini, tapi yang melukai hati saya, saya dengar Djoko Tjandra bisa ditemui dimana-mana, di Malaysia dan Singapore. Tapi kita cari ke sana-sini juga tidak ada yang bisa bawa,” kata Burhanuddin.

Lebih lanjut, Burhanuddin mengungkap informasi terbaru terkait keberadaan Djoko. Menurut informasi yang didapatnya, Djoko Tjandra belakangan ini telah berada di Indonesia.

“Informasi yang lebih menyakitkan hati saya lagi adalah katanya tiga bulan ini dia ada di sini, ini baru sekarang terbukanya. Saya sudah perintahkan Jamintel untuk memeriksa, saya minta ini bisa tidak terjadi lagi,” ujarnya.

KOMENTAR
Tag
Show More
Back to top button
Close
Close