Politik

Ragukan Ijtima Ulama II, Dai Muda Minta Dilibatkan

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Ketua Umum FPI Shobri Lubis pernah mengatakan jika Prabowo memilih cawapres yang tidak direkomendasikan oleh hasil Ijtima Ulama, maka FPI akan menarik dukungan untuk Prabowo.

Hal ini menarik simpatik Da’i Muda yang terkumpul dalam Pusat Syi’ar dan Dakwah Al-Mahabbah. Apalagi dengan rencana akan digelarnya Ijtima Ulama jilid 2, setelah Prabowo memutuskan memilih Sandiaga Uno sebagai pendampingnya, yang tidak merepresentasikan dan bukan hasil dari rekomendasi Ulama.

“Ijtima’ Ulama harus melibatkan semua pihak, terutama ulama-ulama muda yang berpotensi sebagai regenerasi bangsa. Karena, objektivitas keputusan dari Ijtima itu harus lepas dari kepentingan sepihak. Karena fungsi Ulama itu adalah sebagai perekat bangsa, tujuannya adalah Mashlahatul ‘Aammah (Kemaslahatan Umum)” kata dai muda Pusat Syi’ar dan Dakwah Al-Mahabbah Ustadz Rikal Dikri dalam keterangannya, Senin (13/8/2018).

Da’i Muda Al-Mahabbah juga minta dilibatkan dalam Ijtima Ulama jilid 2 yang akan digelar oleh FPI dan Habib Rizieq, beserta jajaran GNPF Ulama.

“Kami sebagai ulama-ulama muda, minta dilibatkan dalam Ijtima’ Ulama jilid 2, karena kami juga adalah representasi dari umat Islam yang sama-sama ingin memberikan aspirasi untuk umat” ujar Rikal Dikri.

Menurutnya Ijtima’ itu harus sesuai dengan apa yang ditentukan oleh Al-Qur’an, Hadits, dan Ijtihad para Fuqaha yang telah ditentukan dan digariskan dalam Fiqh Siyasah Islam.

“Untuk kriteria calon kita harus mengacu pada teks-teks para Ulama terdahulu, misalkan kita merujuk pada kitab Al-Ahkam al-Sulthaniyah karya al-Mawardi, dan lain sebagainya”. katanya.

Baginya jika Ijtima tidak didasari itu semua, hanya sebatas tunggangan politik semata. “Kesannya Ijtima itu ditumpangi politik tanpa kaidah melakukan Ijmak berdasar Quran, Hadits, dan Qaul Fuqaha” tandasnya. (MU)

KOMENTAR
Tags
Lihat selanjutnya
Close