Infotainment

Raffi Ahmad Minta Maaf ke MUI

JAKARTA, SENAYANPOST.com – MUI telah mengeluarkan rekomendasi untuk menyetop penyiaran program ‘Sahurnya Pesbukers’ dan ‘Pesbukers Ramadhan’ yang tayang di ANTV. Rekomendasi itu dikeluarkan karena sejumlah adegan yang dilakukan pengisi acara dinilai tidak sopan.

Mengenai hal itu, Raffi Ahmad dan sejumlah perwakilan dari ANTV menyambangi kantor MUI di Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat, Kamis (30/5). Dalam kesempatan itu, Raffi bertemu dengan sejumlah perwakilan dari MUI.

Bapak satu anak itu juga mengungkapkan permintaan maafnya kepada MUI jika konten dalam program yang ia bawakan itu melewati batas norma yang berlaku.

“Kami manusia biasa bisa khilaf, kita juga menghaturkan permohonan maaf,” ungkap Raffi dikutip dari kumparan.

Raffi Ahmad mengatakan teguran ini dapat menjadi pelajaran bagi dirinya dan teman-temannya sesama pengisi program tersebut. Menurut Raffi, teguran itu adalah isyarat baginya dan rekan-rekan pengisi ‘Sahurnya Pesbukers’.

“Sebagai koridor dari aktor kita bila mendengar langsung. Kita juga harus bisa ngerem acara live apalagi sesuai norma etika dan agama,” katanya.

Di saat yang bersamaan, Wasekjen MUI, Najamudin Ramli, menilai perlu ada orang-orang yang memahami ilmu etika dan agama dalam tim kreatif sebuah acara Ramadhan. Tujuannya, agar tidak ada nilai-nilai menyimpang dalam program tersebut.

“Saya kira, kita bersyukur televisi Indonesia itu luar biasa bagusnya, tapi saya mohon tim-tim kreatif terutama ANTV harus ada ahli (agama dan etika) dalam tim kreatif yang menyeleksi skenario dan lain sebagainya. Komedi kalau berlebihan bisa jadi sesuatu yang negatif. Saya harap juga teman-teman aktor Pesbukers bisa mengendalikan diri, apalagi Ramadhan Mubarak yang sensitif ini,” ujar Najamudin.

Namun, mengenai apakah penayangan ‘Sahurnya Pesbukers’ dan ‘Pesbukers Ramadhan’ dihentikan atau tidak, pihak MUI tak dapat memastikan hal tersebut. Ketua MUI Bidang Informasi dan Komunikasi, KH Masduki Baidlowi, menuturkan keputusan tersebut ada di tangan Komisi Penyiaran Indonesia.

“Kami sudah melakukan pemantauan, mengenai eksekusi bukan kewenangan kami, tapi KPI. Kalau soal regulasi itu ada di KPI, jadi kami bekerja sama dengan KPI,” jelas Masduki.

KOMENTAR
Tags
Show More
Back to top button
Close
Close