NasionalPendidikan

Radikalisme Masuk Kampus, PT Harus Koreksi Sistem Pengajaran

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Masuknya paham radikalisme di sejumlah perguruan tinggi beberapa waktu terakhir ini merupakan peristiwa yang memerlukan pemikiran dan intervensi kongret bagi pengelola perguruan tinggi. Hal ini untuk memastikan perguruan tinggi tidak menjadi sasaran tempat berkembangnya paham yang dapat merusak keutuhan negara.

Demikian dikemukakan Prof DR Benny Riyanto SH MH dalam orasi ilmiah pada acara Wisuda Pascasarjana dan Sarjana STHM Angkatan XX digelar di Balai Sudirman, Jakarta Selatan, Rabu (24/10/2018).

Dikatakan, penyusupan paham radikalisme sangat mudah menyebar ke dunia kampus. Ironisnya, penyusupan radikalisme itu, berdasarkan keterangan BNPT, justru dilakukan melalui sejumlah oknum tenaga pengajar atau dosen yang seharusnya berperan aktif untuk menangkal paham itu.

“Mudahnya paham radikalisme ini masuk ke dunia pendidikan kita, juga berkaitan erat dengan semakin mudahnya akses teknologi digital,” tambah Benny yang juga Kepala Badan Litbang Hukum dan HAM, Kementerian Hukum dan HAM RI.

Karena itu, perguruan tinggi sebagai garda terdepan pembangunan mental ideologi bangsa, memerlukan penataan kembali sistem dan kurikulum pendidikan.

“Yaitu kurikulum yang mengedepankan pendidikan Pancasila dan kewarganegaraan, yang menempatkan secara proporsional aspek pengajaran sejarah bangsa, nilai-nilai patriotisme, cinta tanah air, semangat bela negara, nilai-nilai persatuan, saling menghormati dan budi pekerti untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di dalam kurikulum pendidikan Indonesia dan keselarasan kehidupan kampus,” ujarnya.

Dalam Wisuda ke-20 kali ini, Sekolah Tinggi Hukum Militer/Akademi Hukum Militer meluluskan 38 wisudawan yang terdiri dari 18 orang dari program pascasarjana dan 20 wisudawan dari program S1.

Acara Wisuda Pascasarjana dan Sarjana STHM/AHM tersebut dipimpin langsung oleh Jendral TNI (Purn) AM Hendropriyono selaku Ketua Senat Dewan Guru Besar.

Sejumlah tokoh penting tampak turut hadir seperti Pangkostrad Letjen Andika Perkasa, Danko Diklat Letnan Jenderal TNI Anto Mukti Putranto, Staf Khusus Presiden RI Diaz Hendropriyono, Ketua Komisi Yudisial Jaja Ahmad Jayus, Tokoh Pers yang juga pengusaha Ishadi SK, serta sejumlah pejabat lainnya. (fuz)

KOMENTAR
Tag
Show More
Back to top button
Close
Close