HukumTak Berkategori

Rachmat Yasin Diduga Terima Gratifikasi Tanah 20 Ha dan 1 Unit Mobil Vellfire

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menetapkan mantan Bupati Bogor, Rachmat Yasin (RY) ‎sebagai tersangka korupsi. Rachmat Yasin diduga memotong uang pembayaran dari Satuan Perangkat Kerja Daerah (SKPD) dan menerima gratifikasi.

Rachmat Yasin diduga menerima gratifikasi berupa tanah seluas 20 hektare di Jonggol, Kabupaten Bogor dan satu unit ‎mobil Toyota Vellfire senilai Rp 825 juta. Tanah dan mobil tersebut diterima Rachmat Yasin saat menjabat Bupati Bogor.

‎”Gratifikasi tersebut diduga berhubungan dengan jabatan tersangka dan berlawanan dengan kewajiban atau tugasnya serta tidak dilaporkan ke KPK dalam waktu palig lambat 3 hari kerja,” kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (25/6/2019).

Rachmat disinyalir memalak pemilik tanah yang akan membangun pesantren di lahannya. Awalnya, seorang pemilik tanah ingin menjadikan lahannya di Desa Singasari dan Desa Cibodas, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor seluas 350 hektare ‎sebagai pondok pesantren dan kota Santri, pada 2010.

Pemilik tanah tersebut kemudian melakukan komunikasi dengan staf Rachmat Yasin untuk melancarkan maksud dan tujuannya membangun pondok pesantren. Rachmat Yasin kemudian melakukan pengecekan lahan tersebut.

Usai dilakukan pengecekan, Rachmat menyatakan ketertarikannya terhadap lahan tersebut. ‎Rachmat pun meminta bagian agar tanah tersebut juga dihibahkan untuknya.

“Pemilik tanah kemudian menghibahkan atau memberikan tanah seluas 20 Ha tersebut sesuai permintaan RY,” katanya.

“Diduga, Rachmat mendapatkan gratifikasi agar memperlancar perizinan lokasi pendirian Pondok Pesantren dan Kota Santri,” imbuh Febri.

Selain tanah, Rachmat juga diduga menerima sebuah mobil‎ Toyota Vellfire seharga Rp825 juta. Mobil tersebut berasal dari seorang pengusaha yang memegang proyek di daerah Bogor.

“RY diduga memiliki kedekatan dengan pengusaha tersebut dan pengusaha tersebut memegang beberapa proyek di lingkungan Kabupaten Bogor. Pengusaha ini juga pernah menjadi salah satu pengurus tim sukses RY untuk menjadi Bupati Bogor periode kedua pada 2013,” paparnya.

Diketahui, Rachmat Yasin baru sebulan bebas dari Lapas Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat, setelah menjalani masa tahanannya selama 5,5 tahun. Sebelumnya, Rachmat Yasin dijerat terkait perkara suap izin fungsi lahan.

Selain Rachmat, KPK juga menjerat pihak swasta, FX Yohan Yap, Kadis Pertanian dan Kehutanan Bogor, M Zairin, dan Presiden Direktur (Presdir) PT Sentul City, Kwe Cahyadi ‎Kumala dalam perkara suap izin fungsi lahan hutan.

Penetapan tersangka Rachmat Yasin terkait suap pemotongan anggaran SKPD dan penerimaan gratifikasi merupakan pengembangan dari perkara sebelumnya.

KOMENTAR
Tags
Show More
Close