Qantas Luncurkan 'Penerbangan Misterius' untuk Genjot Pariwisata

Qantas Luncurkan 'Penerbangan Misterius' untuk Genjot Pariwisata
News English

JAKARTA, SENAYANPOST.com - Qantas meluncurkan "penerbangan misterius" dalam upaya meningkatkan pariwisata domestik di seluruh Australia dan memicu industri yang anjlok akibat pandemi Covid-19.

Perjalanan sehari itu, di mana para penumpang tidak tahu tujuan mereka saat saat naik pesawat, sempat populer di tahun 1990-an.

Maskapai-maskapai di seluruh wilayah merancang berbagai strategi yang berbeda-beda demi mengatasi anjloknya tingkat perjalanan akibat pandemi. Thai Airways mengumumkan pekan ini akan memangkas tenaga kerjanya hingga 50%.

Penurunan itu telah berujung pada pengucuran dana talangan dari pemerintah, kemerosotan industri dan PHK besar-besaran.

Industri penerbangan menghadapi penurunan jumlah penumpang yang parah di tengah "peluncuran vaksinasi yang tidak merata di seluruh dunia yang hanya akan menunda pembukaan kembali perbatasan secara penuh", menurut Asosiasi Maskapai Asia Pasifik (AAPA).

Angka AAPA yang dirilis minggu ini menunjukkan bahwa jumlah penumpang untuk Januari hanya mencapai 4% dibandingkan dengan bulan yang sama tahun lalu, ketika 33,5 juta penumpang terbang melintasi wilayah Asia Pasifik.

Pada hari Selasa (02/03), Thai Airways International mengatakan pihaknya berencana untuk memangkas setengah jumlah stafnya dalam beberapa tahun mendatang, sebagai bagian dari rencana rehabilitasi maskapai nasional yang bermasalah itu.

Maskapai tersebut berencana memiliki 13.000 hingga 15.000 karyawan pada pembukuannya pada tahun 2025, setelah bulan lalu mengumumkan akan memangkas ratusan posisi manajemen dan pengawas.

Penerbangan tanpa tujuan

Qantas adalah salah satu maskapai penerbangan pertama yang menawarkan penerbangan tanpa tujuan, yang lepas landas dan mendarat di bandara yang sama setelah perjalanan pada tingkat ketinggian yang rendah menelusuri tempat-tempat ikonik di Australia.

Penerbangan misterius itu adalah taktik terbaru maskapai Australia untuk merayu lebih banyak penumpang agar melancong.

Penerbangan tersebut akan menggunakan salah satu dari tiga pesawat Boeing 737 Qantas dari Brisbane, Melbourne atau Sydney dengan tarif ekonomi mulai dari A$737 (Rp8,2 juta).

Paket harian itu mencakup berbagai kegiatan, mulai dari pembuatan minuman anggur dan makan siang yang disiapkan oleh pakar gastronomi hingga snorkeling di pulau-pulau.

Dengan adanya perbatasan internasional yang tidak mungkin dibuka kembali hingga tahun 2022, Qantas meminta kepastian pemerintah atas perjalanan domestik setelah peluncuran vaksin Covid-19 Australia.

"Apa yang kami cari adalah jaminan bahwa pada suatu titik waktu, atau pada titik peluncuran vaksin, penutupan perbatasan lebih lanjut akan dikesampingkan," kata eksekutif grup Qantas Andrew Parker.

"Wisatawan bingung dengan tambal sulam dari pembatasan yang berubah dengan cepat dan dapat dimengerti khawatir akan terkunci di luar negara bagian mereka sendiri atau tempat yang dituju," katanya.