Internasional

Putrinya Sebut Mahathir Mantan Diktator, Anwar Membela

KUALA LUMPUR, SENAYANPOST.com – Pemimpin Partai Keadilan Rakyat (PKR) Anwar Ibrahim membela pernyataan Nurul Izzah, yang tak lain putrinya dan anggota parlemen di mana telah menyebut Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad sebagai seorang mantan diktator.

Dalam sebuah wawancara dengan harian Singapura, Straits Times, Nurul Izzah, anggota parlemen dari Permatang Pauh, mengatakan bahwa dirinya kecewa dengan pemerintahan Pakatan Harapan.

Dia mengatakan merasa patah hati karena lambatnya pemerintah dalam merealisasikan janji-janji kampanyenya.

Dia juga menyebut PM Mahathir sebagai mantan diktator dan telah membawa kerusakan pada Malaysia.

Nurul Izzah pun mengatakan berjanji untuk mundur sebagai anggota parlemen setelah masa jabatannya saat ini usai.

Menanggapi pernyataan putrinya tentang pemerintah yang berkuasa di Malaysia saat ini, Anwar mengatakan bahwa pernyataan yang disampaikan Nurul bersifat umum dan tidak secara khusus tertuju kepada perdana menteri.

“Saya pikir (kritik) itu tidak sepenuhnya ditujukan kepada Tun Mahathir, melainkan juga diarahkan kepada (pemimpin Pakatan Harapan) lainnya yang menyuarakan pendapat mereka dan saling menyerang satu sama lain,” kata Anwar, Selasa (26/3/2019).

Anwar menyatakan, dirinya dan juga seluruh keluarganya mendukung kepemimpinan Dr Mahathir dan akan memberi ruang yang dibutuhkan kepada perdana menteri untuk menjalankan kebijakannya.

“Kami memberi ruan, yang tidak berarti kami tidak dapat memiliki pendapat berbeda atau menyampaikan kritik,” sebutnya dikutip Malay Mail.

Sebelumnya sempat diberitakan, PM Mahathir kecewa dengan komentar yang disampaikan Nurul Izzah.

Sementara sekretaris politik Mahathir, Abu Bakar Yahya menyebut Nurul sebagai politisi yang belum matang, irasional, dan emosional, dalam memahami pemerintahan saat ini.

“Sebagai anggota parlemen sekaligus mantan Wakil Presiden Partai Keadilan Rakyat, Nurul seharusnya paham Mahathir ditunjuk oleh dewan koalisi Pakatan Harapan.”

“Nurul juga tentunya paham bahwa tanpa Tun Mahathir, Pakatan tidak akan menang dan membentuk pemerintahan seperti saat ini,” kecam Yahya, dikutip Channel News Asia.

Dia juga mengkritik perempuan berusia 38 tahun itu seharusnya tidak perlu menjelek-jelekkan Mahathir dialam wawancara dengan media negara lain.

Dukungan kepada perdana menteri juga disampaikan pemimpin Partai Islam Se-Malaysia (PAS), Abdul Hadi Awang, yang menyebut Nurul tidak adil terhadap perdana menteri.

“Dr Mahathir dipilih secara demokratis dalam pemilihan dan Pakatan Harapan memilihnya. Dia tidak menunjuk dirinya sendiri,” kata Abdul.

PAS sebelumya mengatakan bakal mendukung PM Mahathir jika terjadi mosi tidak percaya terhadapnya. (WW)

KOMENTAR
Tags
Show More
Back to top button
Close
Close