Putri Gus Dur: Isu Sentimen Agama di Pemilu Sangat Berbahaya

Putri Gus Dur: Isu Sentimen Agama di Pemilu Sangat Berbahaya

YOGYAKARTA, SENAYANPOST.com – Dewan Pembina The Wahid Institute, Alissa Wahid, mengingatkan terkait bahayanya memainkan isu sentimen agama dalam pemilu. Sebab, hal tersebut dapat menumbuhkan rasa kebencian di tengah masyarakat.

“Luka kebencian yang ada di masyarakat tidak terobati, itu bahayanya,” kata Alissa seusai menjadi pembicara seminar harmoni dalam keberagaman di Ballroom Hotel Tentrem Yogyakarta, Kamis (26/7/2018).

Menurutnya, sekarang ini banyak politisi yang memainkan sentimen agama untuk mendulang suara. Bahkan, ada politisi yang terang-terangan menggunakan sentimen agama untuk menarik simpati.

Alissa mengingatkan, masyarakat di lapisan bawahlah yang paling merasakan dampak dimainkannya sentimen agama. Sementara para politisi tinggal menikmati kekuasaan yang diraihnya.

“Nanti kalau sudah selesai pemilu, orangnya sudah terpilih, para politisinya sudah bisa ketawa-ketawa, ngopi-ngopi bareng,” jelasnya.

Baca Juga

Supaya isu agama tidak dimainkan dalam pemilu, Alissa berharap para tokoh agama turut mengedukasi masyarakat. Selanjutnya pemerintah juga harus turun tangan untuk mengatasi persoalan ini.

“Politisi itu harus bertanggung jawab. Jadi kalau ada pendukungnya, nanti ni, pilpres, ada pendukungnya yang menggunakan sentimen agama untuk menyerang kandidat lain. Itu politisi harus kita minta pertanggungjawabannya,” tuturnya.

“Sayangnya kita hanya bisa mengimbau, mengimbau para politisi untuk melihat bangsa Indonesia ke depan seperti apa. Jangan digadaikan hanya untuk kepentingan kekuasaan lima tahun,” tutupnya.