Internasional

Putri Aiko Jepang Terancam Hidup Tanpa Suami

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Putra Mahkota Naruhito belum lama ini telah dinobatkan sebagai Kaisar Jepang. Menjadi kaisar, Naruhito telah bersumpah untuk menjaga istrinya Masako dan putri satu-satunya Putri Aiko.

Sebagai pewaris tahta, Naruhito dan Putri Aiko harus mengikuti peraturan kekaisaran yang telah ditetapkan selama berabad-abad.

Putri Aiko mungkin tengah meratapi nasibnya saat ini. Gadis 18 tahun itu memiliki takdir yang bisa dibilang menyedihkan. Saat dewasa nanti, Putri Aiko harus memilih antara cinta atau tahta.

Aiko yang merupakan putri satu-satunya Kaisar Naruhito secara teknis akan mewariskan tahta ayahnya, namun hal tersebut tidak berlaku di kekaisaran Jepang karena tahta akan diwariskan ke anak laki-laki.

Hal yang paling menyesakkan dada sebagai putri muda adalah sudah tak mendapatkan tahta, dia pun akan kesulitan memilih jodoh.

Putri Aiko hanya bisa menikahi nobleman, gelar bangsawan Jepang. Jika dia menikahi rakyat jelata, maka gelarnya akan dilucuti dan tidak mendapatkan kekayaan keluarga.

Sayangnya, kini sudah tidak ada lagi pria kelahiran bangsawan yang tersisa di Jepang.

Itu artinya, Putri Aiko akan tetap melajang. Sebagai seorang wanita, dia akan hidup dalam kesendirian dan kesepian dengan aturan-aturan kerajaan yang ketat.

Aturan kerajaan tersebut benar-benar berlaku, di 2005, Putri Sayako, bibi dari Aiko menikahi orang biasa. Dia pun memilih cinta dan melepas gelar serta harta kerajaan yang dimilikinya.

Dari hidup mewah di istana, Putri Sayako kini tinggal di apartemen di Tokyo. Sebelum menjalani kehidupannya sebagai orang biasa, Putri Sayako belajar menyetir mobil sampai belanja di pasar.

Tahun lalu, sepupu Aiko, Putri Ayako pun melepas tahta demi cinta. Dia menikahi orang biasa bernama Kei Moraya. (MU)

KOMENTAR
Tags
Show More
Close