Putra Mahkota Arab Kirim Tim Pembunuh ke Kanada, Ini Kronologinya

Putra Mahkota Arab Kirim Tim Pembunuh ke Kanada, Ini Kronologinya

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Putra Mahkota Arab Saudi, Pangeran Mohammad bin Salman (MBS), disebut-sebut mengirimkan tim pembunuh berjumlah 50 orang yang dijuluki “Pasukan Harimau/Tiger Squad” ke Kanada.

Pengiriman tim pembunuh ini terjadi Oktober 2018, atau beberapa hari setelah tewasnya jurnalis Jamal Khashoggi di Turki.

Kematian Khashoggi sendiri, sebelumnya juga disebut pengadilan Istanbul terkait dengan sang pangeran MBS.

Tujuannya pengiriman tim adalah untuk menghabisi seorang mantan perwira intelijen Saudi yang diasingkan ke Kanada. Pria itu adalah Saad Aljabri, yang dikenal dekat dengan mantan putra mahkota sebelumnya Pangeran Mohammed bin Nayef, yang digantikan MBS.

Hal tersebut terungkap dalam gugatan yang diajukan Aljabri ke pengadilan federal di AS.

Gugatannya bisa dilakukan di AS karena dikategorikan dalam pengaduan “mitra terpercaya pejabat intelijen AS”. Gugatan berada di bawah UU Perlindungan Korban Penyiksaan dan Statuta Penyiksaan Orang AS.

“Pasukan Harimai dikerahkan ke Kanada termasuk tim forensik yang berpengalaman dengan pembersihan TKP, yang membawa dua tas alat forensik,” kata isi gugatan, dikutip dari Fox News, Jumat (7/8/2020).

“Tim pembunuh digagalkan oleh petugas keamanan perbatasan Kanada yang curiga dengan perilaku mereka di pos pemeriksaan bandara.”

Di gugatan itu, disebut bahwa Putra Mahkota Arab mengeluarkan fatwa khusus tentang Aljabri. Yang berisi mengirimkan agen memasuki Kanada melalui AS untuk menghabisi Aljabri.

Ditulis pula penculikan yang terjadi ke dua anak Aljabri oleh Pasukan Macan. Keduanya disebut jadi umpan untuk menjebak Aljabri, termasuk tuduhan korupsi.

Anak-anak Aljabri di Arab juga disandera di lokasi yang dirahasiakan di kerajaan. Aljabri sendiri dicopot dari jabatannya di 2015 dan didakwa sebagai pembelot negara di 2017.

“Gugatan itu benar-benar jalan terakhir, itu adalah puncak dari segala yang keluarga telah lalui selama hampir tiga tahun,” kata sumber yang bekerja sama dengan keluarga Aljabri mengatakan kepada Fox News.

“Dr Saad (Aljabri) dianggap sebagai orang yang tahu terlalu banyak, memiliki beberapa ketidaksepakatan dengan MBS, dan yang perlu menyingkir.”

Kedutaan AS tidak menanggapi permintaan komentar media tersebut. (Jo)