Internasional

Putin di Ambang Meraih Kembali Kekuasaan

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Pemilu Rusia telah digelar sejak kemarin atau Minggu (18/3/2018) dini hari WIB.

Seperti dikutip dari AFP, proses pemungutan suara itu dilakukan dari yang termula di kawasan Timur Jauh sekitar pukul 8.00 waktu setempat, Sabtu (17/3) atau 03.00 WIB, Minggu (18/3).

Pemungutan suara paling terakhir akan ditutup 22 jam kemudian di kawasan paling barat Rusia yaitu Kaliningrad, pada Minggu petang atau pukul 00.00 WIB atau Senin (19/3/2018).

Berdasarkan jajak pendapat, Presiden petahana Rusia, Vladimir Putin yang mencalonkan diri untuk keempat kalinya diprediksi menang mudah. Ada tujuh kandidat capres lainnya yang menantang Putin dalam pilpres ini.

Mereka adalah insinyur Maxim Suraykin (39) dari Partai Komunis Rusia, presenter televisi Ksenia Sobchak (36) dari Partai Inisiatif Sipil, jutawan Pavel Grudinin (57) dari Partai Komunis Federasi Rusia, pengusaha Boris Titov (57) dari Partai Pertumbuhan, pakar hukum Sergey Baburin (59) dari Partai Persatuan Seluruh Rakyat Rusia (ROS), pakar ekonomi liberal Grigory Yavlinsky (65) dari Yabloko atau Partai Demokratik Bersatu Rusia, dan Vladimir Zhirinovsky (71) dari Partai Liberal Demokratik Rusia (LDPR) yang sudah enam kali menjadi capres.

Ksenia Sobchak yang juga anak dari mentor Putin, Anatoly Sobchak, merupakan satu-satunya kandidat perempuan dalam pilpres ini. Dalam serangkaian jajak pendapat tujuh capres pesaing Putin itu tidak pernah mendapat angka dukungan di atas 8 persen dalam polling pilpres.

Atas dasar itu, Putin pun dinilai mudah bakal menjabat kembali setelah menjadi Presiden Rusia selama tiga periode yakni tahun 2000-2004, 2004-2008, dan 2012-2018.

Serangkaian jajak pendapat sendiri mencatat peluang keterpilihan Putin kembali tercatat sekitar 70 persen. Rivalnya yang paling memiliki keterpilihan terdekat-meskipun berjarak jauh adalah Pavel Grudinin dengan angka keterpilihan 7 persen.

Seperti dikutip Reuters, mayoritas pemilik hak suara tak bisa melihat keunggulan lain dari lawan Putin. Pasalnya, pria yang juga sempat menjabat Perdana Menteri Rusia itu mendominasi seluruhnya arena publikasi politik, dan rivalnya hanya mendapat sediit keuntungan. Bahkan, di area yang ‘dicaplok’ Rusia dari Ukraina, Krimea.

“Dia (Putin) adalah presiden kami. Kami bangga padanya,” ujar Marianna Shanina, seorang warga di kawasan Krimea seperti dikutip dari Reuters, Minggu (18/3).

“Kami berharap dia memenangkan pemilu ini. Seluruh keluargakami akan memilih Putin,” imbuh Shanina.

Berdasarkan data, jumlah pemilih di Rusia mencapai 110 juta. Namun, yang menjadi kekhawatiran adalah tingkat tak mau memilih (golput) yang tinggi sehingga mendelegitimasi pemerintahan mendatang. Salah satunya yang jelas-jelas memilih Golput adalah warga Krasnodar di Rusia Selatan, Alexei Khvorostov.

“Saya tidak melihat ada keuntungan bagi saya untuk pergi ke pemilihan,” ujar Khvorstov.

Untuk menarik minat warga dan meminimalisasi golput, berbagai cara dilakukan penyelenggara pemilu. Salah satunya di kawasan Khabarovsk yang berada di pesisir Pasifiik Rusia. Penyelenggara pemilu lokal menyuplai sembako dan memberikan diskon 10-30 persen bagi warga yang menggunakan hak pilihnya.

“Dengan melakukan ini kami berharap untuk menarik minat para pemilih datang ke Tempat Pemungutan Suara,” ujar Kepala Komite Pasar di wilayah tersebut, Nikolai Kretsu. (JS)

KOMENTAR
Tags
Show More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Close