Nasional

PUPR Gelontorkan Dana Rp3,2 Triliun untuk Bedah Rumah

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menjelaskan, pihaknya menyiapkan sekitar Rp3,2 triliun untuk membedah 180 ribu rumah masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang tak layak huni pada 2018.

Bedah rumah tersebut dilakukan melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dengan skema Padat Karya Tunai (PKT).

“Bantuan ini bertujuan sebagai stimulan kepada masyarakat untuk memperbaiki rumah secara swadaya. Anggarannya cukup besar untuk membantu MBR memiliki rumah layak huni,” kata Basuki, dalam keterangan tertulis, Rabu (11/4/2018).

Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid menjelaskan program BSPS sebenarnya sudah ada sebelumnya, tapi kali ini dikemas dengan skema PKT.

Dengan begitu, masyarakat tak hanya mendapatkan bantuan untuk membedah rumah, namun juga mendapat upah atas pekerjaan bedah rumah tersebut.

“Perbedaannya, jika tahun lalu dana yang disalurkan seluruhnya untuk pembelian bahan bangunan saja, sekarang ada alokasi upah pekerja yang berasal dari masyarakat setempat,” kata Khalawi.

Dalam praktiknya, setiap rumah MBR yang telah masuk dalam pendataan kementerian akan mendapatkan dana sebesar Rp15 juta. Dana itu terbagi atas Rp12,5 juta untuk membeli bahan bangunan dan sisanya, Rp2,5 juta untuk upah pekerja.

“Dana yang diterima umumnya digunakan untuk perbaikan dinding rumah yang semula bilik bambu menjadi batu bata dan perbaikan atap yang rapuh sehingga rawan untuk roboh,” terangnya.

Bersamaan dengan pemberian dana ke MBR, kementerian akan memberikan pelatihan dan pembekalan yang turut melibatkan tenaga fasilitator ahli. (JS)

KOMENTAR
Tags
Show More
Close