Internasional

Puluhan Nisan Makam Yahudi Dicoret Simbol Swastika

STRASBOURG, SENAYANPOST.com – Sebanyak 96 nisan di pemakaman Yahudi di Quatzenheim, dekat Strasbourg, Perancis, dinodai dengan simbol swastika dan slogan anti-semit.

Coretan itu ditemukan pada Selasa (19/2/2019) pagi, beberapa jam sebelum rencana demonstrasi nasional melawan peningkatan serangan anti-semit.

Diwartakan Sky News, Presiden Perancis Emmanuel Macron mengunjungi pemakaman tersebut, berjalan melalui sebuah gerbang yang juga dinodai simbol swastika.

Kemudian, dia terlihat memberikan penghormatan di salah satu kuburan. Pria berusia 41 tahun itu menyapa anggota komunitas Yahudi dan para pejabat lokal.

“Penting bagi saya berada di sini bersama Anda hari ini,” katanya.

Dikutip dari kantor berita AFP, pemakaman di dekat perbatasan Jerman itu dicoret dengan lambang swastika berwarna biru dan kuning.

Sementara itu, pada makam lain terdapat tulisan “Elsassisches Schwarzen Wolfe” (“Black Alsatian Wolves), sebuah kelompok separatis yang memiliki hubungan dengan neo-Nazi pada 1970-an.

“Kami akan bertindak, kami akan mengesahkan undang-undang, kami akan menghukum,” ujarnya.

“Mereka yang melakukan ini tidak layak bagi negara,” imbuhnya.

Macron menempatkan mawar putih di atas batu nisan untuk menghormati orang-orang Yahudi yang dideportasi ke Jerman selama Perang Dunia II.

Insiden ini merupakan kasus penodaan kedua di wilayah tersebut. Pada Desember 2018, hampir 40 makam dan monumen korban Holocaust diruak di Herrlisheim, sekitar 30 menit perjalanan dari Quatzenheim.

Sementara itu, ribuan orang turun ke jalan dengan membawa spanduk bertuliskan “Cukup”, untuk memprotes serangkaian serangan anti-semit.

Gerakan anti-semitisme memiliki sejarah panjang di Perancis, dengan perpecahan pada akhir abad ke-19 oleh kasus Alfred Dreyfus, seorang kapten tentara Yahudi yang keliru dihukum karena pengkhianatan.

Selama PD II, pemerintah Perancis rezim Vichy berkolaborasi dengan Jerman untuk mendeportasi orang Yahudi ke kamp kematian. (WW)

KOMENTAR
Tag
Show More
Back to top button
Close
Close