Lintas Daerah

Puluhan Kios Pedagang Pasar Legi Jombang Ludes Terbakar

JOMBANG, SENAYANPOST.com – Sebanyak 35 kios di Pasar Legi, Kabupaten Jombang, ludes setelah api membakar kawasan pasar tersebut, mengakibatkan pedagang mengalami kerugian, Senin (18/3/2019).

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jombang Abdul Wahab mengemukakan mayoritas kios tersebut habis terbakar. Api dengan cepat membakar dan menghanguskan barang milik para pedagang.

“Sementara ada 35 kios dan empat hunian milik masyarakat. Kami juga berusaha keras untuk memadakan api,” katanya.

Kebakaran itu terjadi sekitar Senin dini hari. Api dengan cepat membakar lapak para pedagang. Terlebih lagi, material barang yang mudah terbakar membuat api dengan cepat menyebar menghanguskan lapak pedagang yang semi permanen itu.

Petugas mendapatkan informasi kebakaran itu juga langsung ke lokasi. Tim pemadam kebakaran berupaya keras memadamkan api. Hingga Senin pagi, upaya pendinginan masih dilakukan oleh petugas, dengan harapan api tidak kembali berkobar.

Abdul mengatakan, sejumlah pedagang sudah datang ke lokasi pasar sejak dini hari. Para pedagang masih ada yang berupaya untuk mencoba mengais berbagai material dan barang yang masih bisa diselamatkan.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Jombang, berencana merelokasi para pedagang di Pasar Legi yang kiosnya ludes terbakar ke lokasi pasar baru yang sudah dibangun.

Bupati Jombang Mundjidah Wahab mengemukakan, pemerintah daerah sebenarnya sudah berencana untuk merelokasi para pedagang Pasar Legi, karena sudah membangun pasar baru di Kecamatan Tembelang, namun para pedagang masih enggan pindah dengan alasan masih sepi.

“Dari awalnya kami sudah ada perencanaan penertiban. Semula pemkab sudah membangun pasar di daerah Tembelang untuk menampung para pedagang yang di sini, ternyata mereka belum mau ke sana. Alasannya harus cari ‘pasar’ (pelanggan) lagi, jadi belum difungsikan,” kata bupati saat meninjau Pasar Legi, Senin (18/3/2019).

Menurut Bupati Mundjidah Wahab, lokasi pasar yang digunakan para pedagang sebenarnya juga milik PT KAI. Paguyuban di desa menjadikan bekas stasiun itu sebagai lokasi pasar dengan sistem sewa, sehingga tidak ada pemasukan untuk kas daerah.

Terkait dengan ganti rugi, bupati mengatakan masih membahas lagi dengan tim terkait. Dari informasi yang didapatnya, ternyata tidak ada asuransi dari pengelola pasar yang terbakar tersebut.(JS)

KOMENTAR
Tags
Show More
Back to top button
Close
Close