Opini

Pujian Itu Beracun

PUJIAN itu Indah. Menjadikan hati orang berbunga-bunga. Pujian bisa menerbangkan seseorang ke angkasa impian dan angan-angan yang tiada batas.

Tragisnya, pujian jugalah menjadikan orang bisa kehilangan keikhlasan. Yang berakibat kepada hilangnya nilai (value) pengabdiannya.

Lebih tragis, ketika pujian itu menumbuhkan keangkuhan, walau sebesar dzarroh. Karena itu menggeser hak Allah, yang kesendirian sebagai Al-Mutakabbir. Akibatnya, bagi orang itu syurga menjadi haram.

Lebih tragis lagi ketika “desire of praise” (keinginan terpuji) itu tidak ada basisnya. Atau “mereka senang untuk dipuji atas hal-hal yang tidak mereka lakukan” (Al-Quran).

Sebaliknya, sering pula pujian itu menjadi racun bagi yang memuji. Pujian berlebihan yang ditujukan kepada orang lain seringkali bermotif “kepiting di balik batu karang”.

Atau tidak jarang juga dengan memuji orang lain, terjadi kepuasan sesaat. Seolah dengan memuji, dirinya telah menjadi pahlawan.

Akhirnya, kadang pujian kepada orang juga dimaksudkan untuk menutupi “lobang diri sendiri”.

Dengan kata lain, pujian itu seringkali dijadikan shield (penghalang) dari “lobang” yang dimaksud. Berhati-hatilah!

NYC, 16 Mei 2019

KOMENTAR
Tags
Show More
Close