PTUN Bandung Kabulkan Gugatan Bahar bin Smith

PTUN Bandung Kabulkan Gugatan Bahar bin Smith
Bahar bin Smith (ANTARA FOTO)

JAKARTA, SENAYANPOST.com - Majelis hakim PTUN Bandung mengabulkan gugatan yang dilayangkan Habib Bahar bin Smith soal pencabutan asimilasinya oleh Balai Pemasyarakatan (Bapas) Bogor. 

Dalam putusannya, majelis hakim menyatakan Surat Kepala Bapas Klas 2 Bogor bernomor W11.pas.pas.33.pk.01.05.02-1987 tertanggal 18 Mei 2020 yang dijadikan dasar pencabutan asimilasi Habib Bahar tidak sah. 

"Mengadili, mengabulkan gugatan penggugat untuk seluruhnya. Menyatakan tidak sah Keputusan Kepala Balai Pemasyarakatan Kelas II Bogor Nomor: W11.PAS.PAS33.PK.01.05.02-1987 tanggal 18 Mei 2020 Tentang Pencabutan Surat Keputusan Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Cibinong Nomor: W11.PAS.PAS.11.PK.01.04-1473 Tahun 2020," kata Ketua Majelis Hakim PTUN Bandung, Faisal Zad, Senin (12/10). 

Hakim Faisal menambahkan, Kepala Bapas Klas II Bogor harus mencabut surat yang membatalkan asimilasi Habib Bahar.  

Dalam pertimbangan putusannya, hakim menyatakan objek sengketa berupa surat pencabutan asimilasi tak pernah disampaikan kepada Habib Bahar maupun keluarganya. Hal itu dinilai tidak sesuai dengan ketentuan Pasal 60 ayat (1) UU Administrasi Pemerintahan.  

"Surat keputusan Kalapas Cibinong tidak disampaikan ke penggugat. Meski dibawa tapi tidak dibacakan secara langsung saat menjemput. Namun hanya disampaikan asimilasi dicabut," kata Faisal. 

Sebelumnya, Habib Bahar sempat dikeluarkan dari lapas usai mendapat asimilasi di saat pandemi COVID-19. Namun, ia kembali dijebloskan ke penjara usai dinilai melanggar ketentuan selama asimilasi.  

Ia diamankan kembali pada Selasa (19/5) dini hari di pesantrennya, Pondok Pesantren Tajul Alawin, Kampung Poktua, Desa Pabuaran, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor.  

Pelanggaran yang dimaksud adalah karena Habib Bahar dinilai menimbulkan keresahan di masyarakat. Sebab, Habib Bahar hadir dalam suatu kegiatan dan memberikan ceramah. Video ceramahnya itu menjadi viral dan dapat menimbulkan keresahan di masyarakat.  

Ia juga dinilai melanggar aturan Pembatasan Berskala Besar (PSBB) dalam kondisi darurat COVID-19. Sebab Bahar telah mengumpulkan massa dalam ceramahnya itu. Padahal Bogor saat itu merupakan salah satu daerah yang sedang menerapkan PSBB.  

Atas hal tersebut, Balai Pemasyarakatan (Bapas) Bogor kemudian mencabut pemberian asimilasi Habib Bahar.  

Bebasnya Habib Bahar terbilang singkat. Hanya sekitar 60 jam atau 2,5 hari. Ia bebas pada hari Sabtu (16/5) pukul 15.30 WIB dan sudah kembali ke lapas pada Selasa (19/5) dini hari pukul 03.15 WIB. 

Habib Bahar kemudian dijebloskan ke Lapas Gunung Sindur. Selanjutnya ia dipindahkan ke Lapas Nusakambangan. 
Belakangan, Habib Bahar dikembalikan lagi ke Lapas Gunung Sindur pada 9 Juli.  

Habib Bahar merupakan terpidana tindak pidana penganiayaan terhadap anak di bawah umur. Ia dihukum penjara selama 3 tahun oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Bandung atas perbuatannya itu.      

Ia sudah ditahan sejak Desember 2018. Merujuk putusan itu, Habib Bahar baru bebas murni pada Desember 2021.