Energi & Tambang

PT Timah Diminta Produksi dan Komersilkan Logam Tanah Jarang

BABEL, SENAYANPOST.com – Untuk meningkatkan kontribusi perusahaan kepada pemerintah serta masyarakat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Komisi VI DPR-RI mengharapkan PT Timah Tbk memproduksi dan mengkomersialisasi logam tanah jarang yang bernilai tinggi.

“Logam tanah jarang sampai hari ini belum diproduksi secara komersial untuk kebutuhan industri elektronik dunia,” ujar Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Mohamad Hekal, di Pangkalpinang, Sabtu (8/2/2020).

Ia menyarankan, mengingat perkembangan kemajuan teknologi dan industri elektronik yang begitu pesat, seharusnya PT Timah dapat memproduksi tanah jarang untuk bisa menjadi bagian penting dari perkembangan industri kekinian.

Dikatakannya, kegunaan logam tanah jarang sangat beragam, mulai dari kebutuhan industri keramik, pupuk, bahan bakar, baterai, elektronik, komputer, komunikasi, otomotif, hingga teknologi nuklir.

Logam tanah jarang sangat berperan dalam program pengurangan ketergantungan energi fosil bagi alat transportasi karena merupakan bahan penting dalam pengembangan mobil hibrid.

Karenanya, ia juga menyarankan PT Timah bekerja sama dengan pembeli langsung agar proses produksi tanah jarang ini benar-benar tepat sasaran dan ada pembelinya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Timah Tbk, Mochtar Riza Pahlevi Tabrani menyebut, untuk pengelolaan tanah jarang ini pihaknya telah bekerja sama dan melakukan kajian dengan Batan.

Meski demikian, jelas dia, sampai saat ini mineral ikutan tersebut belum diproduksi secara komersil. “Kita belum memproduksi secara komersil, karena pengelolaan mineral ikutan ini membutuhkan teknologi dan peralatan canggih yang membutuhkan biaya yang cukup besar,” jelasnya. (WS)

KOMENTAR
Tag
Show More
Back to top button
Close
Close