Lintas Daerah

PT KAI Daop 6 Ancam Penyerobot Tanah

YOGYAKARTA, SENAYANPOST.com – PT KAI Daop 6 Yogyakarta mengancam akan menyeret para penyerobot tanah yang sudah berstatus HPL (Hak Pengelolaan Lahan) perusahaan milik negara ini.

Manajer Humas PT KAI Daop 6 Yogyakarta, Eko Budiyanto didampingi sejumlah pejabat Daop 6 mengatakan, tanah-tanah yang berada dalam penguasaan PT KAI Daop 6 Yogyakarta itu memang ada yang disewakan kepada masyarakat. Namun demikian, katanya, seharusnya masyarakat melakukan perjanjian secara langsung dengan PT KAI dan pembayarannya, dilakukan melalui transfer antarbank.

Ia mengingatkan ada oknum yang mengaku-aku sebagai pemilik lahan atau ahli waris dari pemilik lahan dan akhirnya melakukan kerjasama dengan warga yang menempati lahan PT KAI.

Menurut Eko, Pengadilan Negeri Magelang, JawaTengah telah menjatuhkan pidana penjara selama 16 bulan kepada RM Tri, yang dinyatakan bersalah menyewakan tanah milik PT KAI tanpa seizin PT KAI sebagai pihak yang telah mengantongi HPL.

“Ini kasus penyewaan lahan oleh RM Tri kepada warga yang memanfaatkan lahan PT KAI Daop 6 yang ada di Temanggung dan Magelang,” katanya.

Eko menambahkan, semula sejumlah orang yang memanfaatkan tanah milik PT KAI ini melakukan perjanjian langsung dengan PT KAI. Namun tak diketahui akhirnya mereka (para pengguna lahan PT KAI) melakukan perjanjian sewa dengan RM Tri yang mengaku sebagai ahli waris yang sah lahan-lahan tersebut.

Kasus itu, jelas Eko kemudian dilaporkan PT KAI ke Polda Jawa Tengah. “Dalam proses hukum, RM Tri dinyatakan bersalah dan lahan itu milik PT KAI,” katanya.

Lahan yang disewakan oleh RM Tri itu berada di Kelurahan Rejowinangun Selatan, Kota Magelang dan di Desa Pucungrejo, Kabupaten Magelang.

Akibatnya, PT KAI mengalami kerugian hingga Rp527.067.355.

Dikatakan dengan adanya putusan hakim ini memastikan bahwa siapa pun yang menggunakan lahan PT KAI tanpa adanya perjanjian dengan PT KAI dapat berakibat hukum dan memastikan pula bahwa PT KAI menguasai lahan-lahan di sepanjang rel kereta api, meski jalur itu sudah tidak aktif seperti jalur Yogya – Magelang. (AF)

KOMENTAR
Tags
Show More
Close