PSSI Siap Cetak Pesepakbola Wanita Profesional

20:00
304

SUMSEL, SENAYANPOST.com – Untuk memajukan sepak bola wanita di Tanah Air, Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) telah merancang program dengan meluncurkan Liga 3 untuk mencetak pesepakbola wanita profesional pada 2018.

Tak hanya itu, PSSI akan membuat aturan baru pada Liga Danone usia muda. yakni mewajibkan ada dua atlet perempuan dalam satu tim.

“Selama ini sifatnya hanya imbauan, tapi untuk Liga Danone mendatang menjadi wajib,” kata Anggota Exco PSSI 2016-2020 Komite Sepak Bola Wanita, Papat Yunisal yang hadir di Palembang untuk memantau tes event Asian Games yakni Piala Pertiwi 2017, Minggu (3/12/2017).

Papat menjelaskan, Pertiwi Cup kembali digelar tak lain untuk tes event Piala Pertiwi di Palembang, 3-13 Desember 2017. Sebanyak 12 provinsi ambil bagian yakni Kalbar, Jambi, Jabar, Sumsel, DI Yogyakarta, Bengkulu, Papua, Bali, Banten, Babel, Jawa Tengah dan Sulsel.

Penyelenggara membagi tim dalam beberapa grup yakni Grup A terdiri atas Kalimantan, Jambi dan Jawa Barat. Kemudian Grup B terdiri atas Sumsel, Sulsel dan Yogyakarta, Grup C terdiri atas Bengkulu, Papua dan Bali, lalu Grup D dihuni Banten, Babel dan Jawa Tengah.

Papat menyebut, untuk menstimulus bangkitnya sepak bola wanita, “pemaksaan” ini harus dibutuhkan. Indonesia sejatinya telah memunculkan sepak bola bagi kaum hawa ini pada era tahun 70-an, tapi kini justru mandek di tengah maraknya sepak bola profesional untuk kaum pria.

Menurutnya, bukan hanya dari sisi kompetisi, PSSI juga berencana masuk ke bidang pendidikan dengan menganjurkan sekolah-sekolah memiliki ekstrakurikuler sepak bola wanita. PSSI pun bersedia memberikan subsidi dengan memberikan pelatihan bersertifikat ke guru sekolah.

Timnas wanita pertama kali bertanding pada tahun 1977 di Kejuaraan AFC Wanita dengan finis pada peringkat 4. Sementara, di era sekarang, Timnas terakhir bertanding pada 2015 pada Piala AFF. Sementara untuk kompetisi dalam negeri, Indonesia sebenarnya memiliki Piala Pertiwi yang digelar sejak tahun 2006.

Ajang ini mengalami pasang surut karena ikut terhenti ketika Indonesia menerima sanksi dari FIFA pada tahun 2016 lalu. Oleh karena itu, ruang pesepak bola wanita semakin sempit sehingga peluang hanya ada pada Pekan Olahraga Nasional (PON) dengan memperkuat daerah masing-masing.

Comments

comments