Sepak Bola

PSSI Kuasai Penuh Liga Indonesia Baru (LIB) jadi Sorotan

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Keputusan PSSI yang menempatkan dua anggota Komite Eksekutif-nya, Gusti Randa dan Dirk Soplanit sebagai petinggi PT Liga Indonesia Baru (LIB) sempat menjadi kejutan.

Sebab, alasannya mereka ingin menjaga mandat Kongres Tahunan 2019 di Bali yang menetapkan Liga 1 digelar pada Mei 2019.

Keputusan PSSI menunjuk Gusti sebagai Komisaris LIB, dan Dirk sebagai Direktur diambil ketika digelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di Hotel Sultan, Kamis 28 Maret 2019. Semua ini tak lepas dari mundurnya tiga pejabat LIB sebelumnya, Glenn Sugita, Berlinton Siahaan, dan Rambun Tjahjo.

Akan tetapi, baru beberapa hari menjabat, Dirk mengambil keputusan kontroversial. Dia memberhentikan Chief Executive Officer (CEO) LIB, Risha Adi Wijaya dan Chief Operational Officer (COO), Tigor Shalomboboy.

Dengan keputusan tersebut, artinya PSSI kini berkuasa penuh di LIB. Mereka tidak lagi mengambil saran dari klub-klub peserta Liga 1 yang berstatus sebagai pemilik saham perusahaan.

CEO Semen Padang, Rinol Thamrin berharap, aksi korporasi yang dilakukan ini tak lantas jadi blunder. Karena baginya, amat janggal sebuah perusahaan, cuma memiliki masing-masing satu Komisaris dan Direksi.

“Kalau bicara ideal, mana ada sih perusahaan yang komisaris satu direksi satu. Dasar mereka kan ini karena memang diambil alih untuk aksi penyelamatan. Cuma mudah-mudahan tidak blunder,” tutur Rinol, Senin 8 April 2019.

Keheranan klub kepada PSSI terkait LIB tak berhenti sampai di sana. Karena sampai sekarang, mereka tak mendapatkan kejelasan mengenai perkembangan persiapan menuju Liga 1 2019.

Bahkan untuk urusan pertemuan yang awalnya diagendakan akhir Maret 2019 pun urung terlaksana. Padahal PSSI sudah menentukan, kompetisi akan dimulai pada 8 Mei 2019, yang jika dihitung sejak sekarang tinggal sebulan lagi.

“Kita pasti khawatir, Dengan pelaksaan 8 Mei 2019. Kita hitung mundur tinggal sebulan. Apa bisa itu dijalankan,” tegas Rinol.

Kekhawatiran terhadap PSSI untuk bisa menjalankan Liga 1 2019 sangat beralasan. Sedang mereka sekarang ini harus berkutat dengan masalah organisasi sendiri, yakni Kongres Luar Biasa (KLB) yang sampai sekarang tidak ada kejelasan.

Belum lagi PSSI sedang dalam keadaan tidak bagus dari segi finansial. Dalam beberapa kesempatan, wakil mereka berbicara mengenai ketiadaan dana untuk menggelar KLB.

KOMENTAR
Tags
Show More
Back to top button
Close
Close