PSBB Total Jakarta Bawa Indonesia ke Jurang Resesi

PSBB Total Jakarta Bawa Indonesia ke Jurang Resesi
Ilustrasi PSBB

JAKARTA, SENAYANPOST.com - Ekonom Institute for Development of Economic and Finance (Indef) Bhima Yudhistira menyebutkan, ekonomi Indonesia sudah pasti mengalami resesi. Keyakinan ini setelah adanya kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) total yang diberlakukan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Bhima menuturkan, PSBB total di ibu kota akan menyebabkan kegiatan ekonomi terhenti, terutama dari sisi konsumsi rumah tangga. Sementara itu, kontribusi Jakarta sendiri terhadap perekonomian Indonesia sangat signifikan, yakni sekitar 17 sampai 18 persen.

Oleh karena itu, PSBB total yang diberlakukan di Jakarta pasti akan berdampak besar terhadap ekonomi nasional. Khususnya dari aspek konsumsi yang selama ini menjadi motor penggerak ekonomi utama Indonesia. 

"Imbasnya, dengan ada PSBB (total) ini, kuartal ketiga kita dipastikan akan masuk resesi," ujar Bhima.

Secara riil, dampaknya terutama dirasakan pada industri. Bhima menjelaskan, pendapatan ritel maupun sektor manufaktur akan mengalami penurunan secara drastis, setelah sempat tumbuh pada PSBB transisi beberapa bulan terakhir.

Bhima sendiri belum memiliki proyeksi pertumbuhan ekonomi kuartal ketiga. Tapi, ia menyebutkan, prediksi Menteri Keuangan Sri Mulyani yang memperkirakan ekonomi periode Juli sampai September tumbuh minus dua persen hingga nol persen masih jauh dari realistis. 

"Itu sebelum ada PSBB yang ketat. Setelahnya, (kontraksi) akan lebih dalam)," tuturnya.

Tapi, Bhima menuturkan, PSBB ketat memang sudah harus dilakukan. Sebab, pelonggaran aktivitas dengan penyebaran virus corona yang masih tinggi juga akan percuma, baik bagi ekonomi maupun kesehatan Indonesia.

Bhima berharap, penerapan PSBB total akan efektif menekan penyebaran Covid-19 di ibu kota. Dengan begitu, ekonomi akan bisa rebound yang bisa berdampak positif pada kesejahteraan masyarakat juga. 

"Paling tidak kuartal pertama 2021 sudah di atas dua persen, jadi tidak sampai masuk ke depresi," katanya.

PSBB Jakarta akan diberlakukan mulai Senin mendatang (14/9). Sejumlah warga menanggapi keputusan kembalinya DKI ke kondisi saat awal virus corona menyerang.

Seorang pengendara ojek daring, Yanto mengaku takut lantaran pendapatannya akan turun seperti awal PSBB diterapkan. "Saya takut, saya bingung. Nggak tahu harus ngomong apa. Baru saja sekarang pemasukannya lebih mendingan daripada awal PSBB. Eh balik lagi diterapkan," kata Yanto, Kamis (10/9).

Menurut Yanto, jika akan diterapkan lagi, pemerintah harus memberikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak. Selama ini, kata dia bantuan pemerintah tidak merata. Yanto termasuk salah seorang yang tidak mendapat bantuan.

Yanto berharap agar penerapan PSBB nanti tak mengganggunya dalam mencari penumpang nanti. "Nanti kalau diterapin lagi, ojek daring jangan dibatasi lah bawa penumpang. Karena pemasukan dari antar barang dan makanan saja nggak cukup," kata dia.