PSBB Total DKI Bikin Rupiah Ditutup Melemah ke Rp14.855 per Dolar AS

PSBB Total DKI Bikin Rupiah Ditutup Melemah ke Rp14.855 per Dolar AS
Rupiah

JAKARTA, SENAYANPOST.com - Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.855 per dolar AS pada perdagangan pasar spot Kamis (10/9) sore. Mata uang garuda melemah 56 poin atau 0,38 persen dari Rp14.799 pada hari sebelumnya. 

Sementara, kurs referensi Bank Indonesia (BI), Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) menempatkan rupiah di posisi Rp14.871 per dolar AS atau melemah dari posisi kemarin, Rp14.853 per dolar AS.

Rupiah melemah bersama beberapa mata uang Asia lain, seperti baht Thailand minus 0,13 persen, dolar Singapura minus 0,12 persen, dan yuan China minus 0,09 persen. Dolar Hong Kong stagnan. 

Sedangkan mata uang Asia lainnya menguat dari dolar AS. Mulai dari won Korea Selatan yang menguat 0,36 persen, ringgit Malaysia 0,16 persen, peso Filipina 0,15 persen, yen Jepang 0,14 persen, dan rupee India 0,12 persen. 

Begitu juga dengan mata uang utama negara maju yang bergerak variasi. Rubel Rusia melemah 0,27 persen, dolar Australia minus 0,26 persen, dan dolar Kanada minus 0,12 persen. 

Sisanya berada di zona hijau, seperti poundsterling Inggris menguat 0,13 persen, euro Eropa 0,25 persen, dan franc Swiss 0,38 persen. 

Analis sekaligus Kepala Riset Monex Investindo Ariston Tjendra mengatakan pelemahan nilai tukar rupiah berasal dari sentimen pengumuman Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang akan menerapkan kembali Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) mulai Senin (14/9) mendatang.

Hal ini selanjutnya menimbulkan kekhawatiran di pasar mata uang. "Pasar lebih mengkhawatirkan PSBB Jakarta di mana berpotensi akan mendorong perlambatan pemulihan Indonesia karena Jakarta memegang 70 persen perputaran uang di Indonesia," ujar Ariston. 

Besarnya tekanan di dalam negeri membuat mata uang Garuda tidak bisa memanfaatkan peluang penguatan di tengah pelemahan dolar AS. Mata uang Negeri Paman Sam melemah karena pengaruh sentimen hubungan panas antara AS-China. 

"Dolar AS sebenarnya sedang melemah sekarang, harusnya rupiah terbantu menguat tapi pasar lebih condong mengantisipasi faktor PSBB," pungkasnya.