Lintas Daerah

Protes Registrasi, Puluhan Ribu Kartu Perdana Aktif Dibakar

GROBOGAN, SENAYANPOST.com – Penjualan kartu perdana di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, mengamuk dan membakar seluruh kartu SIM prabayar aktif dagangannya, di pinggir jalan raya Grobogan – Semarang, tepatnya di Desa Manggarmas, Kecamatan Godong, Grobogan, Kamis (22/3/2018).

Aksi perwakilan para pemilik outlet kartu selular prabayar ini merupakan bentuk kekesalan mereka atas kebijakan registrasi ulang kartu prabayar yang membatasi satu orang dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK) hanya untuk tiga kartu SIM prabayar.

Sebanyak 30.000 kartu SIM prabayar dari berbagai jenis provider itu disiram bensin lantas dibakar hingga tak tersisa. Para pemilik konter yang tergabung dalam Komunitas Niaga Outlet Purwodadi (KNOP) ini juga berorasi serta membentangkan spanduk bertuliskan pernyataan sikap penolakan terhadap kebijakan Kementerian Kominfo itu.

Koordinator aksi, Aziz Muslim, menyampaikan, sejak penerapan aturan pembatasan registrasi kartu 1 NIK 3 kartu perdana, hampir seluruh outlet kartu perdana merugi. Penghasilan sekitar 600 pemilik konter di wilayah Grobogan merosot tajam hingga 70 persen.

Sebelum kebijakan itu turun, dalam sehari rata-rata pengusaha konter seperti dirinya bisa menjual 100 kartu perdana.

“Kebijakan ini nyata membunuh kami. Konsumen sepi karena selain dibatasi, mereka menilai registrasi dengan membawa KTP dan NIK itu sesuatu yang rumit. Registrasi kartu prabayar secara valid sesuai identitas itu baik jika menjamin keamanan data pribadi. Kami hanya menolak pembatasan satu NIK untuk tiga kartu,” kata Aziz, pemilik konter LA Cell, Godong, Grobogan.

Anggota KNOP sekaligus pemilik salah satu konter di Grobogan, Agus Susanto, meminta Kemenkominfo bisa mengevaluasi hingga mencabut aturan tersebut supaya usaha outlet perdana bisa tetap hidup.

Menurut Aditya, jika tidak segera ada solusi terbaik, ia memastikan akan ada aksi unjuk rasa besar-besaran dari perkumpulan outlet selular di Jateng bahkan seluruh Indonesia.

“Pemerintah terutama Kemenkominfo harus bertanggung jawab. Tolong Pak Jokowi turun tangan menyelesaikannya demi keberlangsungan hidup kami. Ada ribuan pemilik konter di Jateng. Kami sudah jengkel, lebih baik kami bakar saja,” kata Aditya.

Amarah para pemilik konter ini diakhiri dengan aksi simpatik membagi-bagikan sejumlah kartu selular prabayar yang masih aktif kepada para pengendara yang melintas di jalur padat itu.

Untuk diketahui, pelanggan prabayar operator seluler di Indonesia mulai Selasa (31/10) wajib melakukan registrasi kartu SIM prabayarnya.

Registrasi ini dilakukan dengan mengirim Nomor Induk Kependudukan dan nomor Kartu Keluarga (KK). Setiap orang dengan satu nomor NIK dan KK bisa digunakan untuk maksimal tiga operator seluler yang sama atau berbeda-beda.

Hal ini sesuai dengan ketentuan Peraturan Menteri Kominfo Nomor 21 Tahun 2017. Dalam peraturan menteri tersebut, Pasal 11 Ayat 1 menyebutkan: “Calon pelanggan prabayar hanya dapat melakukan registrasi sendiri sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 Ayat (2) paling banyak 3 (tiga) Nomor MSISDN atau Nomor Pelanggan untuk setiap NIK pada setiap Penyelenggara Jasa Telekomunikasi.”

Sementara Ayat 2 menyebutkan, jika pelanggan membutuhkan lebih dari tiga nomor, pelanggan hanya bisa melakukan registrasi di gerai-gerai penyedia layanan operator seluler.

Peraturan yang berlaku untuk semua operator seluler kartu SIM prabayar ini dimaksudkan untuk mencegah penyalahgunaan nomor dan melindungi konsumen dari tindak kejahatan lewat ponsel.

Pelanggan lama yang sudah memiliki kartu SIM prabayar sebelum 31 Oktober 2017 juga diwajibkan melakukan registrasi ulang paling lambat 28 Februari 2018.

Registrasi dapat dilakukan lewat bantuan staf di gerai resmi operator seluler atau secara mandiri dengan mengirimkan SMS ke 4444. Syarat utamanya, pelanggan mesti menyiapkan nomor NIK dan KK. (MU)

KOMENTAR
Tags
Show More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Close