Profil Juara Dunia MotoGP 2020 Joan Mir

Profil Juara Dunia MotoGP 2020 Joan Mir
Joan Mir

JAKARTA, SENAYANPOST.com - Joan Mir mengukir sejarah dengan menjadi juara dunia MotoGP 2020. Dia merupakan adik asuh dari mantan juara dunia MotoGP Jorge Lorenzo.

Lahir dengan nama lengkap Joan Mir Mayrata di Palma de Mallorca, Spanyol, pemuda berusia 23 tahun itu sudah menunjukkan minat membalap sejak sangat kecil. Dia sudah bisa mengendarai sepeda motor di usia 6 tahun.

"Sepeda motor pertama saya adalah Polini ketika saya berusia 6 tahun, setahun kemudian, saya mendapatkan Honda QR," ujar Mir di laman resmi miliknya.

"Saya sangat senang dengan semua yang memiliki roda. Bahkan, skateboard, scooter adalah bagian dari masa kecil saya," ucapnya.

Joan Mir berminat ikut dalam dunia balap motor karena ingin mengikuti karir pamannya, Joan Perello, yang juga merupakan pembalap motor di kejuaraan dunia bersama tim Stop & Go.

"Kemudian saya berlatih di sekolah balap milik ayah Jorge (Lorenzi), Chico Competicion di mana anda bisa mendapatkan pelajaran dasar bagaimana mengendarai sepeda motor," kata Mir.

Dia kemudian pindah ke Sekolah Balap Balearic Federation pada 2009. Di sinilah karir membalapnya kemudian dimulai. Pada 2011 Joan Mir langsunng menjuarai ajang Bankia Cup di kelas XL160.

Setahun berselang, dia berhasil menjuarai ajang MotoGP 125cc PreGP Cup yang membuka jalannya untuk mengikuti kompetisi Red Bull Rookies Cup pada musim 2013-2014. Di tahun pertamanya dia berada di posisi kesembilan klasemen ajang tersebut. Tahun berikutnya Joan Mir berhasil meraih posisi kedua di bawah pebalap Spanyol Jorge Martin.

Pada 2015, pemuda yang mengidolakan Valentino Rossi itu berhasil menembus kejuaraan CEV Moto3, kejuaraan nasional di Spanyol untuk kelas junior, bersama tim Leopard Racing. Mir menyatakan awal karirnya tak berjalan mulus karena terjadi banyak perubahan di dalam tim.

"Terima kasih kepada Paco Sanchez, manajer saya saat ini, yang membantu saya untuk terus maju dan melanjutkan pembelajaran saya."

Sukses menyabet empat kali juara dari enam balapan, Joan Mir mendapatkan kesempatan untuk menjajal kejuaraan FIM Moto3 pada seri MotoGP Australia 2015 di Sirkuit Philip Island. Saat itu dia menggantikan pembalap tim Leopard Racing, Hiroko Ono, yang cedera

"Itu balapan yang brutal dan saya terjatuh. Saya memulai balapan dari posisi ke-15 dan saya berhasil menembus kelompok terdepan hingga menduduki posisi keempat (sebelum kemudian terjatuh)," kata Mir.

Setahun kemudian dia pun menjadi pembalap tetap di Leopard Racing. Berhasil tiga kali naik podium, Joan Mir sukses meraih gelar pembalap pendatang baru terbaik Moto3 (rookie of the year) dengan menduduki posisi kelima klasemen pembalap musim itu.

Semusim berselang, Joan Mir tampil lebih dominan. Dia menang 10 kali dari 18 balapan. Selain itu Mir juga berhasil naik podium pada tiga balapan lainnya dan menyabet juara dunia Moto3 2017.

"Saya nyaris mengalahkan rekor Rossi saat itu... luar biasa," kata Mir.

Dia pun naik ke kelas Moto2 pada musim selanjutnya. Dia bergabung dengan tim Marc VDS Racing Team. Meskipun belum menyabet gelar juara dunia Motot2, Joan Mir, mengaku sudah kebanjiran tawaran untuk membalap di kelas MotoGP.

Pada pertengahan musim 2018, Joan Mir pun menandatangani kontrak dengan tim Suzuki Ecstar untuk hengkang ke kelas paling bergengsi. Konsentrasi yang terbelah antara membalap di Moto2 dan peluang berlaga di kelas MotoGP membuat Joan Mir tampil kurang maksimal. Dia pun hanya menduduki posisi keenam klasemen pembalap Moto2 musim 2018.

Dia menyatakan bahwa membalap di kelas MotoGP sangat berbeda. Dengan semuanya berjalan lebih cepat, Joan Mir, menyatakan dirinya harus lebih fokus, lebih bekerja keras serta lebih menyempurnakan tekniknya.

Meskipun hanya menduduki peringkat ke-12 klasemen pembalap musim 2019, Joan Mir mendapatkan perpanjangan kontrak dari Suzuki Ecstar yang membuat dia terikat hingga 2022.

Di awal musim ini, sebenarnya tak ada yang menyangka Joan Mir akan merebut gelar juara dunia MotoGP. Pada tiga balapan awal musim ini dia bahkan dua kali gagal finish setelah terjatuh.

Mir mulai memperbaiki penampilannya sejak seri MotoGP Austria. Dia meraih posisi kedua di belakang Andrea Dovizioso. Sejak saat itu, dia tercatat hanya sekali gagal masuk posisi empat besar, yaitu pada seri MotoGP Prancis.

Puncaknya adalah ketika balapan MotoGP Eropa di Sirkuit Ricardo Tormo, pada 8 November lalu. Joan Mir berhasil memenangkan balapan perdananya sekaligus membuka peluang untuk merebut gelar juara MotoGP.

Pada balapan Ahad malam kemarin, di seri MotoGP Valencia, Joan Mir pun akhirnya mengunci gelar juara MotoGP dengan menduduki posisi ke-7. Kemenangan Mir itu terasa sangat spesial karena Suzuki merayakan ulang tahunnya yang ke-100 tahun ini.