Pendidikan

Prof Al-Makin jadi Rektor UIN Sunan Kalijaga

YOGYAKARTA, SENAYANPOST.com – Menteri Agama Fachrul Razy menetapkan Prof Al-Makin, menjadi Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta menggantikan Prof. Yudian Wahyudi, yang telah habis masa jabatannya.

Rektor sebelumnya Prof KH Yudian Wahyudi, sebelum habis masa jabatannya diangkat sebagai Kepala BPIP, dan jabatan Rektor UIN Sunan Kalijaga diserahkan kepada Sahiron, sebagai Plt.

Menurut rencana, serahterima jabatan Rektor UIN Sunan Kalijaga akan dilakukan pada Senin (13/7/2020 mendatang dari Plt. Rektor Sahiron kepada Al-Makin.

Ketua Senat UIN Sunan Kalijaga Prof Siswanto Masruri, mengatakan bahwa kegiatan pemilihan Rektor telah dimulai sejak pendaftaran, penjaringan, dan pemberian pertimbangan kualitatif Calon Rektor pada tanggal 18 Februari 2020 yang telah berjalan lancar dan kondusif, tanpa ada riak dan gejolak sedikit pun.

Ia menjelaskan, hasil dan dokumen Pemberian Pertimbangan Kualitatif terhadap 9 Calon Rektor kemudian diserahkan kepada Menteri Agama pada tanggal 19 Februari 2020 untuk kemudian diadakan semacam fit and proper test oleh Komsel (Komisi Seleksi) untuk diambil 3 calon terbaik dan diserahkan kepada Menteri Agama.

“Menteri Agama kemudian menetapkan dan mengangkat 1 orang dari mereka yang terbaik sebagai Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta,” katanya.

Siswanto berharap dengan terpilihnya Prof Al Makin sebagai Rektor agar mengibarkan bendera UIN Sunan Kalijaga setinggi-tingginya, baik dalam bidang pendidikan, pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Selain itu, menjadi teladan dalam semua aspek kehidupan bagi sivitas akademika. Kemudian mampu mengayomi keluarga besar UIN Sunan Kalijaga dengan power sharing yang lebih baik dan bermartabat menuju UIN yang unggul, terkemuka dalam pemaduan studi keislaman dan keilmuan bagi peradaban.

Putra kelahiran Bojonegoro ini 1972, menamatkan program sarjana di IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta tahun 1996. Ia menerima beasiswa CIDA scholarship untuk melanjutkan program magisternya di McGill University Canada bidang ilmu studi Keislaman lulus tahun 2001 dan dari kampus yang sama mendapat beasiswa CIDA untuk Postdoc di Departemen Antropologi.

Setelah itu, dengan kemampuannya dalam ilmu Filsafat Ia mendapat beasiswa DAAD (Deutsche Akademische Austauschdienst) untuk menempuh progam doktor di Heidelberg University Jerman pada fakultas Filosofi yang diselesaikannya pada tahun 2009. (AS)

KOMENTAR
Tag
Show More
Back to top button
Close
Close