Produk Warga Binaan Lapas Perempuan Yogyakarta Tembus Pasar ASEAN

Produk Warga Binaan Lapas Perempuan Yogyakarta Tembus Pasar ASEAN

YOGYAKARTA, SENAYANPOST.com – Berbagai produk kerajinan yang dibuat warga binaan Lapas Perempuan Kelas IIB Yogyakarta, berhasil menembus pasar Asean khususnya Thailand.

Produk kerajinan warga binaan Lapas Perempuan Kelas IIB Yogyakarta ini antara lain batik, sandal rajut dan aksesoris.

“Pembinaan kami lakukan agar mereka bisa mandiri, mulai dari membatik, memasak maupun membuat rajutan sandal dari batik. Karya mereka sampai Thailand, dari pusat kita diminta oleh Dirjen (Direktorat Pembinaan Lapas) untuk pameran,” ungkap Retno Yuni Hardiningsih, Kepala Lapas Perempuan Kelas II B Yogyakarta, Minggu (05/08/2018) pagi, di LP Wirogunan.

Di sela-sela acara senam bersama memeriahkan gelaran Guinness World Records 2018 The Largest Poco-poco Dance yang disiarkan langsung dari Jakarta, Retno mengatakan, produk kerajinan yang dihasilkan warga binaan cukup beragam, namun sebagian besar produk tersebut terbuat dari barang-barang bekas.

Menyinggung keberadaan Lapas Perempuan, Retno menegaskan keberadaan Lapas Perempuan di Yogyakarta sangat diperlukan.

“Dari seluruh wilayah lapas di DIY disatukan di Wirogunan ini,” kata dia.

Lapas Perempuan didirikan Desember 2016.

“Itu sebabnya hingga saat ini belum memiliki bangunan atau gedung sendiri. Untuk sementara waktu masih berada di dalam lingkungan LP Wirogunan Jalan Tamansiswa, namun bloknya terpisah secara tersendiri,” ujarnya.

Kapasitas Lapas Perempuan Kelas IIB Yogyakarta ini 125 orang dan tercatat hingga Minggu kemarin penghuninya 122 orang, empat di antaranya warga negara asing.

“Artinya tidak terjadi overload. Warga binaan kita di sini semua 122 orang,” jelasnya.

Mereka ini, lanjutnya menjalani pidana dalam kasus narkoba 33 orang, kriminal 77 orang, trafficking 2 orang, TPPU 4 orang, korupsi 6 orang.

Sementara kegiatan acara senam Poco-poco yang berlangsung serentak di 338 Lapas dan 219 rutan se-Indonesia, Retno Yuni Hardiningsih menjelaskan kegiatan tersebut sekaligus dalam rangka peringatan HUT RI 17 Agustus.

Dipandu oleh instruktur senam yang juga pegawai lapas, para warga binaan yang mengenakan seragam lengan panjang dan bertopi merah itu terlihat bergembira mengikuti acara itu. (AF)