Nasional

Pria Mirip Pak Harto Itu Ternyata Koeswali Somadihardja

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Sosok mirip Pak Harto yang fotonya viral di medsos akhirnya terungkap. Dia ternyata adalah Koeswali Somadihardja.

Dalam foto yang viral, Koes terlihat duduk di sebuah kereta mengenakan jaket abu-abu dan topi berwarna hitam.

Beberapa hari kemudian, muncul gambar Koes yang tengah mengenakan kaus kuning disejajarkan dengan gambar mirip Pak Harto.

Gambar tersebut diunggah oleh @seputartangsel pada Kamis, (31/5).

Meski Koes mengaku dirinya bukan pria yang berada di kereta tersebut, fisiknya memang memiliki banyak kemiripan dengan sosok Presiden ke-2 RI.

Rambutnya yang putih dan agak bergelombang di belakangnya menjadi ciri utama dari Pak Harto, tambah lagi senyum simpulnya yang khas.

Koes tinggal di Permata Pamulang, Tangerang Selatan. Koes saat itu tengah bersiap untuk melaksanakan shalat Jumat.

“Sebentar ya, mau salat Jumat dulu,” kata Koes yang kemudian kembali menutup pintunya sambil melambaikan tangan.

Tidak lama, dia keluar rumah dan duduk di bangku teras rumahnya lengkap dengan kemeja batik merah dan sebuah tongkat.

Wajahnya langsung mengingatkan pada “The Smiling General” di masa tuanya, akan tetapi Koes memiliki postur yang lebih gemuk.

“Itu bukan saya, saya aja terakhir naik kereta tahun 2011,” ucapnya setelah mengetahui maksud kedatangan wartawan ke rumahnya, Jumat (1/6).

Tidak lama seorang kerabatnya datang naik motor bebek untuk menjemput Koes salat Jumat di masjid dekat rumahnya.

Selepas salat, Koes pun memperkenankan para wartawan masuk ke dalam rumahnya.

Rumah bercat putih tersebut memberi kesan santai, tidak banyak perabotan di dalamnya. Sebuah sofa di ruang tamu dan sebuah tv lcd berlayar sekitar 42 inci menggantung di dekatnya.

Dalam rumah minimalis itu, Pak Koes tinggal bersama anak perempuannya dan seorang cucu.

Pria berumur 69 tahun tersebut pun menjelaskan bahwa dirinya sudah mengetahui tentang pemberitaan mirip Pak Harto dari keponakannya.

“Saya udah diberitahu keponakan saya, dia WA (Whatsapp), katanya WA Koes jadi artis,” ceritanya.

Sebelumnya memang sudah banyak yang menyamakan Koes dengan Bapak Pembangunan Indonesia, mulai dari pegawai pom sampai supir taksi langganannya.

“Baru dibilang mirip sekitar tahun 2011, pas lagi di pom bensin pegawainya bilang, wah ini mirip pak harto nih, bisa masuk acara Asal (asli apa palsu),” ujar Koeswali.

Koes yang kini sehari-harinya sibuk menemani cucu mengaku sering disamakan dengan Pak Harto oleh supir taksi langganannya.

Pernah suatu waktu pria asal Cirebon 1948 itu memesan taksi untuk dijemput dan supir taksi langganannya membalas, “Siap Pak Harto!”

Meski sering disamakan dengan Pak Harto, namun menurut pengakuannya, keluarga belum pernah sekalipun menyebut dirinya mirip dengan presiden yang pernah berkuasa selama 32 tahun itu.

Saat ditanyai tentang pendapatnya akan sosok Soeharto, Koes mengaku mengagumi sosok Pak Harto.

“Saya ngefans. Pak Harto itu tegas, keamanannya terjamin, terus kalau ada masalah itu cepat. Misalnya ada organisasi apa mau merintah sebelum bergerak atau pas masih rapat aja udah ditangkap,” katanya.

Koes yang saat itu masih setia memegangi tongkat kayunya tidak menyanggupi jika diminta bergabung dengan salah satu partai.

“Gak deh, saya engga tertarik politik,” ujarnya.

Pria yang kini memiliki lima cucu tersebut ternyata punya pengalaman tersendiri dengan Pak Harto.

Waktu itu dirinya sedang berkunjung ke Kantor iparnya di ujung Jalan Cendana Menteng circa 1970.

“Pak Harto lewat naik mobil range rovernya, pakai kaos putih sama topi mau mancing,” tutur Koes.

“Waktu lewat saya sapa, wah dia juga nyapa begini,” Pak Koes kemudian menaruh tangan kanannya di dahi seperti memberi hormat.

Kejadian tersebut merupakan satu-satunya pengalaman Pak Koes dengan Pak Harto.

Pak Koes yang selalu memegang tongkat kayunya selalu menekankan kepada wartawan untuk mencari siapa sebenarnya pria yang berada di kereta itu.

“Musti di cari itu, dia lebih mirip,” katanya.

Memiliki hobi tenis dan bulu tangkis, Pak Koes adalah mantan mahasiswa Kedokteran Maranatha Bandung. Meski studinya tidak selesai, Pak Koes pernah menjabat sebagai Area Manager PT Merck, perusahaan Jerman yang bergerak di bidang farmasi.

Berbeda dengan Pak Harto yang gemar dengan dunia militer dan baris berbaris, Pak Koes memilih jalur sebagai anak band dengan posisi bass gitar dan vokal.

“Kalo dulu sukanya Bee Gees, Matt Monro, kalo Indonesianya Bruri Marantika,” kata Pak Koes sambil sedikit menembangkan lagu Walk Away milik Matt Monro. (WW)

KOMENTAR
Tags
Lihat selanjutnya
Close