Internasional

Pria Ini Mengaku Bunuh 90 Orang dalam 35 Tahun

ODESSA, SENAYANAPOST.com – Pada 1972, Amerika Serikat digemparkan dengan ditemukannya perempuan tak bernyawa bernama di Laurel, Prince George, AS. Kerangka perempuan itu ditemukan oleh seorang pemburu di hutan. Namun, dengan sisa kerangka sebagai buktinya, polisi kesulitan memecahkan kasus tersebut.

Puluhan tahun berlalu polisi akhirnya menemukan titik terang dalam kasus tersebut.

Seorang tahanan berusia 78 tahun di Texas yang dihukum karena melakukan tiga pembunuhan, mengaku telah menghilangkan banyak nyawa manusia di seluruh AS.

Diwartakan The Washington Post, Rabu (28/11), FBI menyatakan terpidana bernama Samuel Little itu terkait dalam 90 kasus pembunuhan antara 1970 hingga 2005.

Salah satunya cocok dengan pembunuhan terhadap perempuan bernama Jane Doe di Laurel pada 46 tahun silam.

Saat diinterogasi detektif, Little masih begitu ingat setiap rincian pembunuhan itu. Dia masih mampu menggambarkan tanda-tanda di jalan yang dia lihat, jalanan bertanah yang dia lalui, atau putaran jalan sebelum dia meninggalkan jenazah perempuan tersebut.

Semua detailnya sesuai dengan temuan polisi. Namun, belum ada tuntutan yang diajukan terhadap kasus kematian itu.

“Dia sangat bersemangat menceritakan pembunuhannya, seperti bagaimana dia mencekik korbannya,” kata Bernie Nelson, detektif setempat.

“Dia menatap mata Anda dan mengatakan dia tidak bisa menahan diri. Dia monster,” ucapnya.

CNN melaporkan, sejauh ini penyelidik telah mengonfirmasi 34 kasus pembunuhan yang Little lakukan. Masih banyak lagi yang menunggu konfirmasi, sementara beberapa tidak diakui.

Bobby Bland dari Kantor Kejaksaan Distrik Ector menyatakan, jika Little terbukti bersalah atas seluruh kasus yang diakui, maka menjadikannya sebagai pembunuh berantai paling produktif dalam sejarah AS.

Lalu bagaimana Little bisa tertangkap setelah melakukan banyak pembunuhan? Saat ini, dia menjalani hukuman seumur hidup atas kasus pembunuhan. Namun, sebelumnya dia menghadapi hukuman karena mengutil, penipuan, narkoba, dan penghasutan.

Pada 2012, dia ditangkap di tempat penampungan tunawisma, lalu diekstradisi ke California. Di sana, dia menjadi buronan terkait narkoba.

Begitu dia berada dalam tahanan, detektif Departemen Kepolisian Los Angeles memperoleh kecocokan DNA antara Little dengan korban dalam tiga pembunuhan pada 1987 hingga 1989. Para korban semuanya perempuan.

Mereka dipukul dan dicekik, kemudian dibuang di gang, tempat sampah, dan garasi. (WW)

KOMENTAR
Tags
Show More
Close