Pria China Membelot ke Taiwan, Menyeberangi Laut 11 Jam

Pria China Membelot ke Taiwan, Menyeberangi Laut 11 Jam
Bendera nasional Taiwan dikibarkan dalam latihan Angkatan Laut menjelang Tahun Baru Imlek di Kaohsiung, Taiwan, 27 Januari 2021. (REUTERS)

TAIPEI, SENAYANPOST.com - Seorang pria China mengaku menempuh perjalanan 112 mil dari daratan negaranya ke Taiwan dengan perahu karet kecil. Dia menyeberangi laut Selat Taiwan selama 11 jam demi "kebebasan dan demokrasi".

Zhou Xian, 33, ditemukan di pelabuhan Taichung pada Jumat malam dan mengeklaim baru saja menyeberangi Selat Taiwan—salah satu saluran air paling diawasi di dunia.

"Dia mengatakan dia tidak senang tinggal di daratan China dan ingin mencari kebebasan dan demokrasi di Taiwan," kata seorang petugas polisi Taiwan yang dikutip Sindonews dari South China Morning Post (SCMP), hari Rabu (5/5/2021).

Zhou mengatakan kepada petugas bahwa dia melakukan perjalanan dari Quanzhou di provinsi Fujian dengan perahu sepanjang 8,5 kaki yang dia beli secara online.

Dia memiliki sekitar 90 liter bahan bakar untuk perjalanan tersebut.

Sebuah video menunjukkan dia ditahan, di mana seorang petugas bertanya kepadanya, "Apakah Anda datang untuk kebebasan?"

"Ya, saya datang dengan perahu...Taiwan memiliki lebih banyak kebebasan dan kesetaraan," jawab Zhou.

Dia menambahkan bahwa daratan China adalah "semua jenis yang buruk."

Perjalanannya memicu penyelidikan kemungkinan celah dalam bagaimana Selat Taiwan diawasi, dengan kapal Angkatan Laut dan Coast Guard dari kedua pihak seharusnya memantaunya.

Menteri Pertahanan Taiwan Chiu Kuo-cheng berjanji untuk mempelajari kasus ini lebih lanjut dan bekerja sama dengan Coast Guard untuk mengatasi masalah apa pun.

Ditanya apakah itu bisa menjadi plot China untuk menguji keamanan pesisir Taiwan, Chiu mengatakan kementeriannya akan mempertimbangkan semua aspek dan membuat persiapan untuk semua skenario.

Kasus tersebut memicu kemarahan di kalangan anggota Parlemen Taiwan.

“Alih-alih kasus penyelundupan, jika itu adalah kasus komunis China yang mengirim penyusup untuk tindakan militer, itu akan menjadi masalah yang sangat serius,” kata Tsai Shih-ying, seorang legislator dari Partai Progresif Demokratik yang berkuasa, kepada SCMP.

Namun, beberapa orang mempertanyakan apakah pria itu benar-benar melakukan perjalanan berbahaya tanpa terdeteksi di perahu sekecil itu.

"Kami menduga pria itu menaiki perahu nelayan besar dan menggunakan sampan untuk mencapai Taiwan setelah kapal penangkap ikan [memasuki perairan Taiwan]," kata seorang sumber Coast Guard kepada SCMP.

Belum jelas apa yang akan terjadi pada Zhou.

Menurut AFP, Taiwan tidak mengakui konsep suaka, sebagian karena takut disusupi oleh agen China dan juga karena ingin mencegah masuknya apapun selama masa krisis.

Para imigran ilegal dari China telah dipulangan, tetapi Taipei terkadang menutup mata terhadap para pembangkang.