Internasional

Presiden Napoli Ingin Bangun Stadion dengan Fasilitas Karaoke

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Presiden Napoli Aurelio De Laurentiis mengutarakan ide fasilitas karaoke di dalam stadion untuk menambah pendapatan klub sekaligus mengeruk keuntungan demi perawatan stadion.

De Laurentiis yang sudah terjun ke bisnis sepak bola sejak 2004 mengeluhkan sistem kepemilikan stadion di Italia. Saat ini Napoli menyewa Stadion San Paolo yang dimiliki pemerintah kota setempat.

Menurut sosok yang juga merupakan produser film itu, stadion yang menjadi salah satu lokasi pertandingan Piala Dunia 1990 itu sudah tidak mampu bersaing dengan venue-venue olahraga modern namun pemerintah tetap memungut biaya sewa yang mahal.

“Manajemen stadion adalah masalah besar. Pemerintah tidak melakukan apa-apa kecuali membiarkannya tetap berdiri. Saat saya tahu Paris Saint-Germain mengeluarkan biaya €1 juta untuk menyewa Parc des Prince, saya menyadari kami tertinggal jauh,” ucap De Laurentiis dikutip dari ESPN.

“Dengan 47 ribu tempat duduk, mereka menghasilkan pendapatan €100 juta setahun. Napoli tidak bisa melampaui pendapatan €17-18 juta karena kami tidak bisa melakukan apa pun di San Paolo,” kata De Laurentiis melanjutkan keluh kesah.

De Laurentiis mengaku ingin membeli stadion tersebut dan bahkan berencana memindahkan markas klub Napoli ke kota lain seandainya tidak dapat memiliki stadion yang berusia 59 tahun itu.

Pemilik perusahaan media bernama Filmauro itu membeberkan tidak ada renovasi besar di Stadion San Paolo setelah penyelenggaraan Piala Dunia 1990.

“Pemerintah tidak melakukan apapun untuk San Paolo sejak 1990. Tidak ada yang merasa bertanggung jawab dan kami merasa stadion ini tidak hanya jelek tapi juga akan ambruk. Bahkan ada kebocoran di dalam stadion. Ada ratusan sekrup yang tidak dicek tapi mengapa pemerintah kota meminta €1,8 juta untuk biaya sewa selama setahun,” tuturnya, seperti dikutip cnnindonesia.

“Jika semua terserah saya maka saya akan membeli lahan dan membangun stadion tetapi ada banyak pertimbangan. Semua peluang usaha gagal. Pusat perbelanjaan tidak lagi menghasilkan, sama seperti stadion. Saya tak tahu bagaimana cara mendatangkan keuntungan terus menerus, mungkin kami harus menawarkan fasilitas karaoke,” tambah De Laurentiis. (JS)

KOMENTAR
Tags
Show More
Close