Politik

Presiden Jokowi Yakin PKPI Maju Dipimpin Diaz Hendropriyono

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Presiden Joko Widodo(Jokowi)  meyakini Diaz Faisal Malik Hendropriyono membawa angin segar bagi Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI). Diaz terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) PKPI dalam Kongres Luar Biasa (KLB) PKPI.

“Saya yakin PKPI semakin maju di bawah kepemimpinan Diaz,” kata Jokowi dalam sambutan pada penutupan  KLB PKPI di Gedung Sekar Wijaya Kusuma, Jakarta Timur, Senin (14/5/2018).

Diaz menggantikan posisi ayahnya, Jenderal (Purn) TNI Abdullah Makhmud (AM) Hendropriyono, yang mundur setelah PKPI diputuskan lolos sebagai peserta Pemilu 2019.

“Dengan demikian, hanya calon Diaz Hendropriyono yang memenuhi persyaratan. Apakah kita sepakat dan menyetujui sebagai ketua umum yang terpilih secara aklamasi?” tanya Rully Sukarta, pimpinan sidang KLB DPN PKPI di Gedung Sekar Wijaya Kusuma, Jakarta Timur, Minggu, 13 Mei 2018.

Seluruh peserta menyetujui. Pimpinan sidang kemudian menetapkan hasil musyawarah mufakat tersebut. Pengukuhan ketua umum baru ditandai penyerahan pataka PKPI dari salah satu pendiri PKPI, Jenderal (Purn) TNI Try Sutrisno kepada Diaz.

Berikut pidato Presiden Jokowi yang dikutip utuh:

Sambutan Presiden Republik Indonesia Ir. H. Joko Widodo

Pada Penutupan KLB PKPI Di Gedung Sekar Wijayakusuma, Jakarta Timur, 14 Mei 2018

 

Bismillahirrahmanirrahim…

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh…

Selamat Siang, Salam Sejahtera bagi kita semuanya…

Om Swastiastu, Namo buddhaya, salam kebajikan…

 

Yang saya hormati, Wakil Presiden Republik Indonesia ke-6 sekaligus pendiri PKP Indonesia, Bapak Try Sutrisno…

Yang saya hormati, Ketua DPR RI yang hadir pada siang hari ini…

Yang saya hormati, para Menteri Kabinet Kerja…

Yang saya hormati, Ketua Umum PKP Indonesia yang baru, Bapak Diaz Hendropriyono beserta seluruh jajaran pengurus yang hadir…

Yang saya hormati, Ketua Umum PKP Indonesia tahun 2016-2018, Bapak AM Hendropriyono beserta Ibu…

Bapak, Ibu, hadirin yang berbahagia, seluruh jajaran pengurus dan anggota PKP Indonesia…

PKP Indonesia…

Bergerak, Maju, Menang…

Pertama-tama saya ingin mengucapkan selamat terlebih dahulu atas terpilihnya Bapak Diaz Faisal Malik Hendropriyono, yang secara aklamasi terpilih sebagai Ketua Umum yang baru, PKP Indonesia, tahun 2018-2024. Semoga amanah, dan diberi kemudahan di dalam menjalankan tugasnya. Dan saya yakin, PKP Indonesia akan semakin maju di bawah kepemimpinan Pak Diaz.

Bapak-Ibu sekalian yang saya hormati, saya ingin mengingatkan kepada kita semua, bahwa negara kita ini adalah negara besar, dengan jumlah penduduk saat ini mencapai 263 juta jiwa, dan tersebar di 17 ribu pulau yang kita miliki.

Juga saya ingatkan, bahwa negara kita Indonesia memiliki 714 suku yang berbeda-beda agama, berbeda-beda adat, berbeda-beda tradisi, dan juga berbeda bahasa daerah, bahasa lokal. Kita memiliki 1100 bahasa daerah.

Betapa negara kita ini memang negara yang majemuk, negara yang beragam. Marilah kita bandingkan dengan negara lain, misalnya Singapura. Ketika saya tanya kepada Dubes Singapura, “ada berapa suku di Singapur?” Dijawab, “empat suku.” Bandingkan dengan Indonesia yang memiliki 714 suku.

Saya juga pernah bertanya ke Presiden Aghanistan Ashraf Ghani, “ada berapa suku di Afghanistan?” Dijawab, “tujuh suku.” Bandingkan dengan Indonesia yang memiliki 714 suku.

Inilah kesadaran yang harus kita miliki, bahwa negara kita, Indonesia, diberikan anugerah oleh Allah, diberikan anugerah oleh Tuhan, yang memang berbeda-beda. Dari Sabang sampai Merauke, dari Pulau Miangas sampai Pulau Rote, berbeda-beda.

Saya juga pernah terbang dari Banda Aceh menuju ke ujung timur Indonesia, bukan Jayapura, tapi di Wamena. Berapa waktu yang diperlukan menempuh dari Barat menuju ke Timur Indonesia? Sembilan jam lima belas menit. Dengan jangka waktu yang sama, kalau kita terbang dari London di Inggris menuju ke Timur, akan sampai di Istanbul, Turki, melewati 6 hingga 8 negara.

Sekali lagi, betapa negara kita ini negara yang sangat besar, yang duapertiga Indonesia adalah air, laut dan samudera.

Dari sini saya ingin mengingatkan kepada kita semua, marilah kita jaga bersama-sama, marilah kita rawat bersama-sama negara kita ini tanpa mebeda-bedakan suku, tanpa membeda-bedakan agama, tanpa membeda-bedakan adat dan tradisi yang kita miliki.

Sebentar lagi ada pemilihan Bupati, Walikota dan Gubernur, dan tahun depan kita juga ada gawe besar yaitu pemilihan anggota Legislatif dan pemilihan Presiden dan Wakil Presiden.

Saya titip, jangan sampai karena pilihan Bupati, jangan sampai karena pilihan Walikota, jangan sampai karena pilihan Gubernur, dan jangan sampai karena pilihan presiden dan wakil presiden dalam pesta demokrasi, kita menjadi retak. Tidak saling sapa antar tetangga, tidak saling sapa antar teman, tidak saling sapa antar suku, tidak saling sapa antar kampung atau desa, jangan sampai itu terjadi.

Marilah kita bersama-sama, dan ini menjadi tugas partai politik, menjadi tugas PKP Indonesia, untuk memberikan pembelajaran agar kedewasaan kita dalam berpolitik, agar kematangan kita dalam berpolitik, agar etika kita berpolitik, agar sopan santun kita berpolitik betul-betul kita miliki.

Berikanlah pencerahan-pencerahan kepada masyarakat bahwa kita ini beragam, berbeda pilihan tidak apa-apa, tetapi setelah coblos harus rukun kembali, jangan samapai dibawa sampai bertahun-tahun.

Kemudian coba lihat di media sosial, bertahun-tahun kita bawa sikap saling mencela, saling menghujat, saling memfitnah, saling menjelekkan, saling mencemooh, saling menyampaikan ujaran kebencian, saling menyampaikan ujaran kedengkian. Apakah ini mau kita terus-teruskan?

Partai politik memiliki kewajiban untuk menyetop ini, memberikan pembelajaran-pembelajaran yang baik kepada masyarakat, mengingatkan, menyadarkan kepada kita semuanya bahwa kita inilah saudara sebangsa dan setanah air.

Kita harus membawa masyarakat supaya tidak saling curiga, tidak gampang mengeluarkan kata-kata kebencian. Mestinya, mengajak berfikir selalu positif terhadap hal apa pun, berfikir penuh dengan kecintaan terhadap saudara-saudaranya, sebangsa dan setanah air, selalu berprasangka baik. Inilah yang saya harapkan, agar negara ini betul-betul terbawa dalam suasana yang optimis menuju ke arah depan yang lebih baik.

Pemerintah tidak anti kritik. Tapi kalau ingin mengkritik, berikan solusinya, berikan jalan keluarnya. Tolong masyarakat diajak untuk bisa membedakan mana yang kritik mana yang mencela, mana yang kritik mana yang memfitnah, mana yang mengkritik mana yang mencemooh, mana yang mengkritik mana yang menghujat. Itu sangat beda.

Dan saya meyakini, PKP Indonesia mampu menjalankan peran-peran ini sebagai partai politik di bawah kepemimpinan Bapak Diaz Faisal Malik Hendropriyono.

Saya kadang-kadang tidak habis fikir, kemarin saya melihat langsung pelaku bom yang ada di tiga lokasi yang ada di Surabaya, dua anak kecil, perempuan umur sembilan tahun dan umur 12 tahun, diberi sabuk bom, diantar oleh ayahnya, dan turun digandeng ibunya kemudian meledakkan diri di depan gereja. Dua anak lainnya, anak laki-laki yang masih berumur 15 tahun 18 tahun, mereka naik sepeda motor membawa bom dan meledakkan diri di gereja yang lain.

Marilah kita bersama-sama menyadarkan kepada masyarakat betapa yang namanya radikalisme, betapa yang namanya terorisme, menjadi musuh kita bersama.

Dan marilah bersama-sama kita menjaga lingkungan masing-masing, jangan sampai pengaruh-pengaruh dari radikalisme dan terorisme ini masuk ke wilayah kita.

Saya rasa itu yang bisa saya sampaikan pada kesempatan yang baik ini. Terimakasih, saya tutup.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh…

KOMENTAR
Tags
Show More
Close